Edukasi Pembuatan Sabun dan Sosialisasi PHBS di SMA 6 Sulamadaha, Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.33387/pekan.v2i1.6810Abstrak
Salah satu cara untuk mencegah penyakit adalah mencuci tangan dengan sabun. Ini dilakukan karena tangan sering kali berfungsi sebagai pengangkut kuman, yang memungkinkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain. Tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling rentan terhadap bakteri dan virus. Edukasi pembuatan sabun dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bertujuan untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan tambahan kepada mitra yaitu guru dan peserta didik SMA 6 Sulamadaha. Kegiatan diawali dengan pemberian pengetahuan dasar tentang bagaimana membuat sabun dengan benar, peserta kegiatab kemudian melakukan praktik langsung dengan bantuan mahasiswa Prodi Farmasi, Universitas Khairun Utara. Kegiatan ini berdampak positif pada mitra. Target capaian diukur dengan menggunakan kuesioner melalui pretest dan postest sebagai evaluasi terhadap hasil demonstrasi. Peserta menyatakan bahwa pendidikan dan demonstrasi ini bermanfaatReferensi
Ikatan Apoteker Indonesia. 2014. Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat. Jakarta:PP IAI.
Andries, J.R., Gunawan, P.N., dan Supit, A. 2014. Uji Efek Anti Bakteri Ekstrak Bunga Cengkeh Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jurnap E-Gigi. 2(2).
Depkes R.I., 2008. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta
Mirza, Amanah, S., dan Sadono, D. 2017. The Dynamic Level of Women Farmer Group in Supporting the Sustainability of Family Business in Medicinal Plants in Bogor Regency, West Java. Jurnal Penyuluhan. 13(2):181-193
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018.
Suryanto E. 2012. Fitokimia Antioksidan. Surabaya: CV. Putra Media Nusantara.
Unduhan
Diterbitkan
2023-07-30
Terbitan
Bagian
Artikel