PERSATOEAN MANOESIA: JALAN TENGAH PERSIMPANGAN GERAKAN PEREMPUAN INDONESIA AWAL ABAD KE 20
Sari
Abstrak
Tulisan ini bermaksud untuk menampilkan kajian mengenai salah satu pidato yang disampaikan dalam Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928 yaitu pidato berjudul Persatoean Manoesia yang disampaikan oleh Siti Hajinah. Kajian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pandangan tokoh pergerakan Islam modern mengenai gerakan perempuan dan bagaimana ia memposisikan gerakan Islam modern terhadap berbagai pandangan dalam gerakan perempuan pada masa itu. Penelaahan dengan metode sejarah menghasilkan kesimpulan bahwa dalam pidatonya Siti Hajinah menekankan pentingnya persatuan dan harmoni dalam mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Hajinah menekankan persatuan bukan berarti penyeragaman, tetapi kerja sama yang erat demi keselamatan dan kemerdekaan bangsa.
Kata Kunci: Siti Hajinah, Aisyiyah, Kongres Perempuan Indonesia
Abstract
This paper aims to present a study of one of the speeches delivered at the 1928 Indonesian Women's Congress, entitled "Persatoean Manoesia" (Persatoean Manoesia), delivered by Siti Hajinah. This study aims to examine the views of modern Islamic movement figures on the women's movement and how she positioned the modern Islamic movement in relation to various views within the women's movement at that time. The historical analysis concludes that in her speech, Siti Hajinah emphasized the importance of unity and harmony in achieving happiness and prosperity. Hajinah emphasized that unity does not mean uniformity, but rather cooperation for the safety and independence of the nation.
Keywords: Siti Hajinah, Aisyiyah, Indonesian Women's Congress
Teks Lengkap:
PDFRefbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.