PELESTARIAN SENI DAN BUDAYA TOBELO DI SANGGAR DABILOHA TAHUN 2015-2024
Abstrak
Indonesia kaya akan seni dan budaya sebagai warisan leluhur yang patut dilestarikan. Globalisasi dan modernisasi telah memengaruhi minat generasi muda terhadap seni budaya tradisional, menjadikannya tontonan semata dan tidak lagi menjadi bagian aktif dari kehidupan mereka. Dalam konteks ini, Sanggar Dabiloha di Desa Gura, Tobelo, Halmahera Utara, berupaya mempertahankan dan merevitalisasi kesenian Tobelo seperti tarian Gomatere, Cakalele, Tide- tide, Denge-denge, Yangere cerita rakyat dan lain sebagainya melalui serangkaian aktivitas budaya sejak tahun 2015 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif, melalui empat tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi literatur, wawancara dengan pengurus sanggar, tokoh adat, masyarakat Tobelo, observasi lapangan, serta dokumentasi arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Dabiloha berhasil menjadi media edukasi budaya, pusat aktivitas komunitas, dan penghubung antar generasi, meskipun melestarikan kesenian tradisional di tengah tantangan modernitas. Dalam perjalanannya, sanggar telah berubah menjadi rumah budaya di tahun 2024, memperkuat fungsi sosial dan edukatifnya. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi secara teori dalam historiografi seni budaya Tobelo serta memberikan manfaat praktis sebagai referensi pendidikan dan dokumentasi adat lokal.
Kata kunci: Pelestarian, seni dan budaya, dan dabiloha