BENTENG KALAMATA/KAYU MERAH: KONTESTASI KOLONIALISME DALAM PEREBUTAN EKONOMI REMPAH
Abstrak
Kontestasi bangsa Eropa di Ternate dan Tidore menjadi ajang pertempuran dan pertahanan. Untuk memperkuat pertahanannya baik bangsa Portugis maupun Spanyol membangun benteng sebagai pos penjagaan, pertahanan, dan perlindungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Benteng Kalamata memiliki peran penting sebagai benteng pertahanan sekaligus pos pengawasan terhadap jalur pelayaran dan perdagangan di perairan antara Ternate dan Tidore. Pergantian kekuasaan kolonial memengaruhi struktur, fungsi, dan pemanfaatan benteng sesuai dengan kepentingan politik dan militer masing-masing penguasa. Setelah berakhirnya masa kolonial, fungsi militer benteng mengalami perubahan menjadi warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, pendidikan, dan pariwisata. Upaya konservasi yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan Benteng Kalamata sebagai bagian dari identitas sejarah Maluku Utara. Menggunakan buku lama dan laporan perjalanan menjadikan sumber yang dapat menjelaskan tentang sejarah benteng tersebut. Tulisan ini menjadi refleksi tentang benteng Kalamata pada masa kolonial dan masa kini.
Kata kunci: benteng Kalamata, pos pertahanan, dan pengawasan.