YUNANI, ALEXANDRIA DAN KONSTANTINOPEL TIGA PUSAT ILMU SEKULER YANG BERHASIL DIBANGUN OLEH BANGSA EROPA DARI ZAMAN KUNO HINGGA ABAD KE-15

Penulis

  • Darmawijaya Bin Idris Universitas Khairun
  • Hasnidar

Abstrak

Studi ini bertujuan untuk menjelaskan Yunani, Alexandria Dan Konstantinopel: Tiga Pusat Ilmu Sekuler Yang Berhasil Dibangun Oleh Bangsa Eropa Dari Zaman Kuno Hingga Abad Ke-15. Metode yang digunakan adalah metode ilmu sejarah kritis kontruktif.  Penelitian ini menemukan bahwa  Yunani, Alexandria dan Konstantinopel adalah  tiga pusat  ilmu sekuler yang berhasil dibangun oleh bangsa Eropa dari zaman kuno hingga abad ke-15.  Yunani adalah pusat ilmu seuler pertama yang berhasil dibangun oleh bangsa Eropa.   Alexandria adalah pusat ilmu sekuler kedua yang berhasil dibangun oleh bangsa Eropa. Konstantinopel adalah pusat ilmu sekuler ketiga yang berhasil dibangun oleh bangsa Eropa.  Setelah Konstatinopel mengalami kerunntuhan, pusat ilmu Sekuler beralih ke Italia. Melalui Italia, Ilmu Sekuler Yunani mulai berkembang menjadi cikap bakal  Ilmu Sekuler Modern Melalui gerakan Renaisance.  Penelitian ini  menyimpulkan bahwa Ilmu Sekuler  berasal dari Eropa. Kemudian berkembang ke kawasan Timur Tengah. Setelah itu kembali lagi Eropa dan berkembang melalui gerakan Renaisance. Renaisance berhasil  membantu bangsa Eropa  membangun proyek modernisasi. Globalisasi adalah muara dari proyek modernisasi yang mulai dibangun melalui gerakan Renaisance di Eropa pada abad ke-15. Proyek modernisasi dan globalisasi ini tidak hanya  berdampak pada bangsa Eropa, tapi berdampak pula pada masyarakat multicultural di  berbagai belahan dunia.

Kata Kunci: Laut Mediterenia, Perdagangan Multikultural, Ilmu Sekuler, Yunani, Alexandria, Konstantinopel,  Renaisance, Modernisasi, & Globalisasi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
Jurnal Pusaka Volume 6 Nomor 1

Diterbitkan

2026-06-28