STUDI PEMBANDING PENGOLAHAN AIR BERSIH BERTEKANAN MENGGUNAKAN FORMASI LETAK PENYARING DAN TAMPUNGAN
Sari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas formasi letak penyaring dan tampungan dalam meningkatkan kualitas air Sungai Je’neberang melalui sistem pengolahan bertekanan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan model filtrasi blok beton menggunakan media kerikil, pasir silika, pasir halus, arang tempurung, dan kulit kemiri. Dua variasi formasi diuji, yaitu tampungan sebelum penyaring (Tipe 1) dan penyaring sebelum tampungan (Tipe 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formasi mampu menurunkan parameter fisik dan kimia air hingga memenuhi standar kualitas air berdasarkan Permenkes RI No. 492/MENKES/PER/IV/2010. Tipe 1 menghasilkan kekeruhan sebesar 4,63 NTU, kesadahan 77,8 mg/L, pH 7,4, kadar besi 0,078 mg/L, mangan 0,014 mg/L, serta debit 0,00016 m³/detik dengan kapasitas 259 liter/KK/hari. Tipe 2 menghasilkan kekeruhan 4,69 NTU, kesadahan 79,8 mg/L, pH 7,2, kadar besi 0,081 mg/L, mangan 0,015 mg/L, serta debit 0,00022 m³/detik dengan kapasitas 310 liter/KK/hari. Disimpulkan bahwa kedua formasi efektif dalam meningkatkan kualitas air, namun Tipe 2 lebih unggul dalam debit aliran dan kapasitas produksi, sedangkan Tipe 1 menunjukkan kualitas hasil olahan yang sedikit lebih baik pada beberapa parameter. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif teknologi pengolahan air bersih yang sederhana, ekonomis, dan aplikatif bagi masyarakat.
Teks Lengkap:
133-140Referensi
Ali, M., & Hasan, R. (2020). Pengaruh Media Filtrasi Alami terhadap Kualitas Air Permukaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 9(1), 23–31.
Astani, A., Rahman, A., & Putra, R. (2021). Teknologi Pengolahan Air Bersih Berbasis Filtrasi Sederhana untuk Masyarakat. Jurnal Teknik Lingkungan, 10(2), 85–94.
Asyhar, R. (2022). Sistem Penyediaan Air Bersih dan Perencanaan Infrastruktur Air. Yogyakarta: Andi Publisher.
Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (2015). Pedoman Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Effendi, H. (2016). Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Kemenkes RI.
Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2010). Tata Kelola Air Terpadu. Yogyakarta: Andi Offset.
Metcalf & Eddy. (2014). Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery. New York: McGraw-Hill Education.
Montgomery, J. M. (2012). Water Treatment Principles and Design. New York: John Wiley & Sons.
Mulyono, S., & Hartati, D. (2018). Pengolahan Air Bersih Skala Rumah Tangga dengan Media Filtrasi Berlapis. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 6(2), 101–110.
Said, N. I. (2017). Teknologi Pengolahan Air Minum: Teori dan Aplikasi. Jakarta: BPPT Press.
Salim, A. (2019). Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Perkotaan dan Pedesaan. Bandung: Alfabeta.
SNI 6773:2008. (2008). Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
SNI 6774:2008. (2008). Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Pengolahan Air. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Sutrisno, T. (1991). Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta: Rineka Cipta.
UNESCO. (2019). Water Use and Water Demand Management. Paris: UNESCO Publishing.
Widodo, S., & Prasetyo, B. (2020). Pengolahan Air Permukaan Menggunakan Media Filtrasi Alami. Jurnal Rekayasa Sipil, 8(1), 45–55.
DOI: https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i1.11568
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Editorial Office :
Fakultas Teknik. Universitas Khairun | Jl. Jusuf Abdulrahman Kotak Pos 53 Gambesi, Kota Ternate, IndonesiaÂ

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


.png)