TINJAUAN KERUGIAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI SEMINARI MENENGAH DAN TINGGI KAB. MANGGARAI BARAT, MANGGARAI TIMUR, NGADA, SIKKA, FLORES TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i1.11569Abstrak
Keterlambatan proyek konstruksi sering menyebabkan pembengkakan biaya dan kerugian finansial. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek yang mengalami deviasi waktu 90 hari dari rencana awal (360 menjadi 450 hari kalender) dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama penyebab keterlambatan, yaitu faktor kontraktor (KON), pemilik proyek (EMP), dan eksternal (force majeure, FM). Faktor dominan berasal dari keterlambatan berbarengan (concurrent delay) yang disebabkan oleh masalah mobilisasi dan pengelolaan sumber daya kontraktor, keterlambatan peninjauan desain serta perubahan pekerjaan oleh pemilik proyek, serta cuaca ekstrem. Secara kontraktual, keterlambatan kontraktor tidak dapat diklaim, force majeure hanya dapat diklaim sebagai perpanjangan waktu, sedangkan keterlambatan pemilik proyek dapat diklaim untuk kompensasi biaya. Penambahan waktu menyebabkan kenaikan biaya tenaga kerja, material, dan overhead hingga miliaran rupiah. Temuan ini penting untuk mitigasi risiko proyek konstruksi.Referensi
Assaf, S. A. (2023). Construction project delay analysis and mitigation strategies. Journal of Construction Management.
Dyna, R. (2019). Analisis keterlambatan pada proyek pembangunan GMSC. Jurnal Teknik Sipil.
Eko, H. (2022). Manajemen penjadwalan proyek konstruksi. Jakarta: Penerbit Teknik.
Ervianto, W. I. (2022). Manajemen proyek konstruksi. Yogyakarta: Andi.
Firza Redana. (2016). Analisis penyebab keterlambatan pembangunan jacket structure anjungan lepas pantai. Jurnal Rekayasa Konstruksi.
Istimawan, D. (2020). Pengendalian waktu dalam proyek konstruksi. Jurnal Infrastruktur dan Konstruksi.
Khittomah, N. (2023). Klasifikasi dan analisis keterlambatan proyek konstruksi. Jurnal Manajemen Proyek.
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). (2018). Peraturan LKPP Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Melalui Penyedia. Jakarta.
Maharesi, R. (2021). Evaluasi time schedule dalam proyek konstruksi. Jurnal Teknik dan Perencanaan.
Muchdarsyah, S. (1992). Produktivitas dan manajemen tenaga kerja. Jakarta: Bumi Aksara.
Mustika, R. (2014). Penerapan Fault Tree Analysis (FTA) dalam analisis risiko proyek. Jurnal Teknik Industri.
Niken, A. (2022). Analisis produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi. Jurnal Manajemen Konstruksi.
Nurhayati. (2020). Manajemen proyek konstruksi berbasis waktu dan biaya. Bandung: Alfabeta.
Pemerintah Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Jakarta.
Robert Eddy S. (2007). Pengukuran produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi. Jurnal Teknik Sipil.
Sambasivan, M. (2019). Causes and effects of delays in construction projects. International Journal of Project Management.
Sugiyono. (2003). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.