RENCANA PENGENDALIAN GENANGAN AIR HUJAN DENGAN PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI PADA KAWASAN KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG (KPKNL) KOTA MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i1.11571Abstrak
Permasalahan genangan air hujan di kawasan perkotaan, khususnya pada kawasan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Makassar, sering terjadi akibat keterbatasan kapasitas drainase dan meningkatnya lahan kedap air. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung debit dan volume genangan air hujan serta merencanakan kapasitas kolam retensi sebagai upaya pengendalian banjir lokal. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis hidrologi dan hidrolika. Data curah hujan dianalisis menggunakan distribusi probabilitas (Gumbel, Log Normal, dan Log Pearson Tipe III) untuk memperoleh hujan rencana. Selanjutnya, debit banjir dihitung dengan metode rasional berdasarkan koefisien limpasan kawasan. Perencanaan kolam retensi dilakukan dengan memperhitungkan volume tampungan, waktu konsentrasi, kapasitas maksimum kolam, serta efektivitas reduksi genangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan KPKNL berpotensi mengalami genangan akibat curah hujan rencana yang melebihi kapasitas saluran drainase eksisting. Perhitungan kapasitas kolam retensi yang direncanakan mampu menampung volume limpasan hujan sehingga dapat mengurangi risiko genangan. Dengan demikian, pembangunan kolam retensi di kawasan KPKNL Makassar dinilai efektif sebagai solusi teknis pengendalian banjir lokal, sekaligus mendukung pengelolaan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.Referensi
Arbaningrum, R. (2018). Perencanaan kolam retensi sebagai upaya pengendalian banjir perkotaan. Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 101–110.
Budiyanto. (2017). Hidrologi terapan untuk perencanaan bangunan air. Yogyakarta: Andi Offset.
Djohan, A., Rahman, A., & Sari, P. (2017). Perencanaan kolam retensi sebagai pengendali limpasan permukaan. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil, 9(1), 45–54.
Hamdani, R., Putra, D., & Lestari, S. (2014). Sistem pengendalian banjir perkotaan berbasis drainase terpadu. Jurnal Infrastruktur, 6(2), 77–86.
Hargono, B., Prasetyo, H., & Wulandari, D. (2018). Konservasi sumber daya air dalam pengendalian banjir. Jurnal Sumber Daya Air, 10(1), 21–30.
Jannah, M., & Itratip. (2017). Analisis faktor penyebab banjir di kawasan perkotaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(1), 33–41.
Kodoatie, R. J. (2013). Rekayasa dan manajemen banjir kota. Yogyakarta: Andi Offset.
Lubis, M. (2016). Analisis hidrologi dan banjir rencana. Medan: USU Press.
Luciana, R., Pratiwi, D., & Nugroho, A. (2013). Pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap sistem drainase perkotaan. Jurnal Teknik Sipil, 7(2), 88–96.
Nurdiawan, D., & Putri, R. (2018). Strategi pengendalian banjir berbasis tata ruang kota. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 4(1), 15–24.
Sisinggih, D., Santoso, B., & Kurniawan, A. (2018). Analisis hidrologi dan perencanaan kolam retensi. Jurnal Teknik Pengairan, 9(2), 65–74.
Soemantoro. (2017). Pengendalian banjir dan pengelolaan drainase perkotaan. Jakarta: Erlangga.
Soewarno. (1995). Hidrologi: aplikasi metode statistik untuk analisis data. Bandung: Nova.
Sumanto. (2019). Perencanaan kolam retensi tipe storage pada kawasan perkotaan. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 11(1), 52–61.
Tahadjuddin, A., Rahim, R., & Mahmud, S. (2019). Analisis debit banjir rencana menggunakan metode hidrologi. Jurnal Teknik Sipil Universitas, 8(1), 1–12.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.