ANALISIS PERCEPATAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE CRASHING DENGAN PENAMBAHAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PROYEK PEMBANGUNAN PELABUHAN SALOMEKKO
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i1.11581Abstrak
Keterlambatan dalam proyek konstruksi sering kali menjadi penyebab utama pembengkakan biaya dan penurunan efisiensi proyek. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keterlambatan tersebut adalah metode crashing, yaitu percepatan waktu dengan menambah sumber daya manusia guna mengoptimalkan durasi penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode crashing dalam mempercepat waktu pelaksanaan proyek pembangunan pelabuhan serta dampaknya terhadap biaya dan produktivitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis data proyek yang mencakup jadwal awal, estimasi biaya tambahan akibat percepatan, serta dampak penambahan tenaga kerja terhadap penyelesaian proyek. Data diperoleh dari dokumentasi proyek, wawancara dengan pihak terkait, serta simulasi jadwal menggunakan metode crashing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode crashing dengan penambahan sumber daya manusia mampu mengurangi durasi proyek secara signifikan tanpa meningkatkan biaya secara berlebihan. Dengan strategi penambahan tenaga kerja yang tepat, proyek dapat diselesaikan lebih cepat dengan tetap menjaga kualitas konstruksi dan efisiensi anggaran. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengelola proyek dalam mengoptimalkan perencanaan waktu dan alokasi sumber daya guna meminimalisir keterlambatan serta meningkatkan efektivitas manajemen proyek konstruksi.Referensi
Agung Saputro, R., Prasetyo, A., & Lestari, D. (2023). Analisis percepatan waktu proyek menggunakan metode crashing pada proyek konstruksi gedung. Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 101–110.
Arena, A., Werda, W., & Hafiyyan, Q. (2023). Penerapan Microsoft Project dalam pengendalian jadwal dan biaya proyek konstruksi. Jurnal Manajemen Konstruksi, 8(1), 45–53.
Asiyah, S. (2022). Analisis jalur kritis menggunakan Critical Path Method (CPM) pada proyek pembangunan gedung. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(3), 67–75.
Balqish, R., Hidayat, T., & Ramadhan, M. (2024). Efektivitas metode crashing dalam percepatan proyek konstruksi. Jurnal Infrastruktur dan Pembangunan, 5(1), 12–20.
Fernando, F., Arsjad, T. T., & Sibi, M. (2020). Analisis percepatan waktu proyek dengan metode crashing menggunakan Microsoft Project. Jurnal Sipil Statik, 8(4), 563–572.
Fadhol Yudhagama, M. (2020). Analisis keterlambatan proyek dan penerapan metode crashing pada proyek konstruksi. Jurnal Teknik dan Manajemen Proyek, 6(2), 88–97.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2010). Basic Econometrics (5th ed.). New York: McGraw-Hill.
Harahap, R., Siregar, M., & Lubis, A. (2022). Analisis durasi proyek menggunakan metode CPM pada proyek konstruksi. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 7(1), 25–33.
Heizer, J., & Render, B. (2014). Operations Management (11th ed.). Pearson Education.
Maharani, D., Putra, I., & Wijaya, A. (2018). Perbandingan metode PERT dan CPM dalam pengendalian waktu proyek. Jurnal Teknik Industri, 14(2), 120–128.
Muliani, S., Rahman, A., & Putri, L. (2023). Manajemen sumber daya dalam proyek konstruksi. Jurnal Manajemen Rekayasa, 10(1), 55–63.
Oktaviana, R., Nugroho, S., & Pratama, Y. (2023). Pengendalian waktu proyek konstruksi dengan pendekatan manajemen proyek. Jurnal Konstruksi Berkelanjutan, 4(2), 77–85.
Perdana, H. (2020). Penerapan Critical Path Method dalam optimalisasi jadwal proyek. Jurnal Rekayasa Konstruksi, 11(1), 34–42.
Ridwan, M. (2020). Analisis percepatan proyek konstruksi dengan metode crashing dan penambahan tenaga kerja. Jurnal Teknik Sipil Universitas, 6(3), 145–154.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.