KARAKTERISTIK CAMPURAN BERASPAL (HRS-WC) DENGAN BAHAN TAMBAHAN SERBUK LIMBAH UPVC (ADDITIVE)
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v10i2.2181Abstrak
Pertumbuhan jumlah kendaraan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) semakin meningkat dalam kurun waktu satu tahun yaitu 10% atau sekitar 10 juta kendaraan dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan jumlah kendaraan merupakan faktor utama kerusakan pada jalan karena semakin meningkatnya jumlah kendaraan maka beban yang diterima oleh jalan akan melebihi beban rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat-sifat Marshall dari penambahan serbuk limbah UPVC terhadap campuran beraspal HRS-WC. Penelitian ini memamfaatkan serbuk limbah UPVC untuk dijadikan bahan tambah (aditif) dalam campuran lataston dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70. Penelitian ini menggunakan variasi kadar aspal 6%, 6.5%, 7%, 7.5% dan 8% dengan variasi serbuk limbah UPVC 2%, 5% dan 10% dari berat aspal. Hasil penelitian menunjukan stabilitas, flow, VMA, VFA dapat memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2010 namun pada VIM tidak dapat memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2010 di karenakan pada setiap penambahan campuran serbuk limbah UPVC 2%, 5% dan10% VIM mengalami penurunan sampai dibawah campuran normal sehingga penambahan serbuk limbah UPVC tidak dapat digunakan sebagi bahan tambah terhadapa campuran beraspal HRS-WC.Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Referensi
Departemen Pekerjaan Umum, Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia. 2003. Metode Pengujian Campuran Beraspal Panas Dengan Alat Marshall.RSNI M-01-2003.
Sukirman, S. 2007.Beton Aspal Campuran Panas. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Thanaya, I N.A. 2008. Praktikum Bahan Perkerasan Jalan. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bukit Jimbaran.
A. Efendy and E. Ahyudanari, “Analisis Perbandingan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk Perbedaan Gradasi (BBA, FAA dan BM),†J. Apl. Tek. Sipil, vol. 17, no. 1, p. 7, 2019.
Unduhan
Diterbitkan
2020-09-23
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.