KARAKTERISTIK CAMPURAN BERASPAL (HRS-WC) DENGAN BAHAN TAMBAHAN SERBUK LIMBAH UPVC (ADDITIVE)

Anwar Efendy, Aulia Muttaqin

Sari


Pertumbuhan jumlah kendaraan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) semakin meningkat dalam kurun waktu satu tahun yaitu 10%  atau sekitar 10 juta kendaraan dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan jumlah kendaraan merupakan faktor utama kerusakan pada jalan karena semakin meningkatnya jumlah kendaraan maka beban yang diterima oleh jalan akan melebihi beban rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sifat-sifat Marshall dari penambahan serbuk limbah UPVC terhadap campuran beraspal HRS-WC. Penelitian ini memamfaatkan serbuk limbah UPVC untuk dijadikan bahan tambah (aditif) dalam campuran lataston dengan menggunakan aspal penetrasi 60/70. Penelitian ini menggunakan variasi kadar aspal 6%, 6.5%, 7%, 7.5% dan 8% dengan variasi serbuk limbah UPVC 2%, 5% dan 10% dari berat aspal. Hasil penelitian menunjukan stabilitas, flow, VMA, VFA dapat memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2010 namun pada VIM tidak dapat memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2010 di karenakan pada setiap penambahan campuran serbuk limbah UPVC 2%, 5% dan10% VIM mengalami penurunan sampai dibawah campuran normal sehingga penambahan serbuk limbah UPVC tidak dapat digunakan sebagi bahan tambah terhadapa campuran beraspal HRS-WC.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Departemen Pekerjaan Umum, Badan Penelitian Dan Pengembangan PU, Standar Nasional Indonesia. 2003. Metode Pengujian Campuran Beraspal Panas Dengan Alat Marshall.RSNI M-01-2003.

Sukirman, S. 2007.Beton Aspal Campuran Panas. Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Thanaya, I N.A. 2008. Praktikum Bahan Perkerasan Jalan. Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana, Bukit Jimbaran.

A. Efendy and E. Ahyudanari, “Analisis Perbandingan Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk Perbedaan Gradasi (BBA, FAA dan BM),” J. Apl. Tek. Sipil, vol. 17, no. 1, p. 7, 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/sipilsains.v10i2.2181

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter