PERBAIKAN TANAH LUNAK DENGAN PENAMBAHAN TANAH BIASA PADA TIMBUNAN PADA TANAH RAWA (LUNAK) DI PROYEK PLTMG KASTELA
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i1.12511Abstrak
Tanah selalu mempunyai peranan yang penting pada pekerjaan teknik sipil, Banyak pembangunan seperti gedung dilakukan di atas tanah yang memiliki kualitas yang kurang baik, seperti tanah rawa. Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terus menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri khusus secara fisik, kimia dan biologis, Tanah rawa merupakan jenis tanah yang memiliki daya dukung yang rendah. Hal ini menuntut perlu adanya stabilisasi atau perbaikan tanah pada kondisi jenis tanah tersebut. Salah satu cara untuk meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh kondisi tanah rawa tersebut adalah dengan cara penimbunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan Timbunan dapat meningkatkan nilai teknis Tanah Rawa (lunak).tinjauan pada penelitian ini berupa pengujian sifat fisik tanah dan pengujian sifat mekanis tanah di mana pada pengujian tanah rawa di tambahkan variasi 1%, 1,05%, 1,1 %, 1,15% dan 2,00 % memiliki kuat gesek tanah 2,33°, 6,40° 10,41° ,1,1°, 1,15°, 2,00° sedangkan kuat tekan bebas pada tanah rawa dengan berbagai variasi 1%, 1,05%, 1,1%, 1,15%, dan 2,0% memiliki nilai kuat tekan bebas 0,0122 kg/cm², 0,0124 kg/cm², 0,0128 kg/cm²,0,0136 kg/cm² dan 0,0702 kg/cm². Hasil percobaan kuat gesek tanah pada tanah rawa dengan penambahan variasi hal ini menunjukan bahwa besar kekuatan timbunan dapat meningkatkan nilai teknis tanah rawa (lunak).
Kata kunci: tanah, lunak, perbaikan, timbunan
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-07-08 (5)
- 2026-07-08 (4)
- 2026-07-08 (3)
- 2026-07-08 (2)
- 2026-07-08 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.