ANALISIS EVALUASI PEMERIKSAAN INTEGRITAS BETON PONDASI BORED PILE BERDASARKAN UJI PILE INTEGRITY TEST
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v16i02.13013Abstrak
Pertumbuhan pesat infrastruktur di Kota Baru Parahyangan, khususnya pasca-operasionalisasi Kereta Cepat Jakarta–Bandung, menuntut ketersediaan prasarana jalan dan jembatan yang memiliki keandalan struktur tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integritas pondasi bored pile pada Abutmen A2 Proyek Jembatan Collector Road Row 15 yang dibangun di atas Formasi Rajamandala, sebuah kawasan dengan karakteristik geologi karst yang kompleks. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengujian non-destruktif Pile Integrity Test (PIT) untuk mendeteksi potensi cacat struktural seperti necking, bulging, atau segregasi beton. Hasil pengujian pada 12 titik tiang bor menunjukkan bahwa seluruh tiang berada dalam kategori Undamaged (AA) dengan nilai Boundary Transit Analysis (BTA) sebesar 100%. Meskipun mutu beton secara kualitatif diklasifikasikan "Cukup" dengan kecepatan gelombang (wave speed) antara 3.200–3.300 m/s akibat pengaruh lingkungan geologi, realisasi kedalaman tiang mencapai 23,25 meter. Angka ini melampaui desain rencana setinggi 22 meter, sehingga memberikan peningkatan kapasitas dukung ujung (end bearing) pada lapisan batuan masif. Evaluasi ini mengonfirmasi bahwa pondasi Abutmen A2 memiliki integritas yang baik dan andal untuk mendukung struktur atas jembatan.
Unduhan
Referensi
[1] N. Hidayat, H. Suyanto, and Nomeritae, “Analisis Genangan Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) (Studi Kasus: Saluran Drainase Primer di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya),” 2021.
[2] M. Jailani, Nomeritae, and A. R. Jaya, “Kajian Saluran Drainase di Daerah Jalan Seth Adji Kota Palangka Raya (Zona A),” 2019.
[3] P. C. Oktaviani, I. M. Kamiana, and A. R. Jaya, “Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase di Kawasan Jalan G. Obos XII dan Sekitarnya di Kota Palangka Raya,” 2026.
[4] S. Arifin, H. M. Yupi, and I. M. Kamiana, “Analisis Pengaruh Tinggi Muka Air terhadap Zat Pencemar pada Bagian Tengah Saluran Drainase Primer IV Kota Palangka Raya dengan Outlet di Sungai Kahayan,” 2023.
[5] Y. Firdaus, F. Sarie, and O. Hendri, “Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Metode Fellenius Studi Kasus: Proyek Pekerjaan Drainase Gedung PPIIG di Universitas Palangka Raya,” 2022.
[6] Kementerian Pekerjaan Umum, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan. Jakarta, 2014.
[7] E. Nainggolan, I. M. Kamiana, and R. H. Saputra, “Konsep Perbaikan Arah Aliran Drainase Menurut Konsultan Perencana,” 2020.
[8] A. R. Baponzel, V. H. Puspasari, and R. Waluyo, “Analisis Tingkat Risiko Bahaya K3 pada Pemanfaatan Bangunan dengan Metode Hazard Operability Study (HAZOP) (Studi Kasus: Hotel Z Palangka Raya),” 2025.
[9] G. Angelica and W. Nuswantoro, “Kajian Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keselamatan Kesehatan dan Lingkungan Kerja Proyek Konstruksi,” 2026.
[10] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. Jakarta, 2021.
[11] Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta, 2012.
[12] Pemerintah Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Jakarta, 2017.
[13] Pemerintah Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta, 2021.
[14] CV. Syaikhan Nasabiy, Dokumen Kontrak dan Data Pelaksanaan Pekerjaan Peningkatan Drainase Utama Pengendali Banjir Kota Palangka Raya. Palangka Raya, 2026.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-10-23 (3)
- 2026-10-23 (2)
- 2026-10-23 (1)
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.