PEMANFAATAN PASIR APUNG PADA MORTAR BUSA DALAM PEMBUATAN BATAKO RINGAN

Muhammad Darwis, Arbain Tata, Chairul Anwar

Sari


Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi telah banyak ditemukan inovasi atau alternatif bahan bangunan yang memudahkan pengerjaan, ramah lingkungan, memberikan efek kenyamanan, ketahanan umur, dan kecepatan. Dalam aplikasi hal ini dapat juga ditemukan pada bata dengan teknologi foam (busa). Dalam pembuatan bata ringan ada beberapa cara yang dilakukan misalnya dengan membuat gelembung-gelembung gas/udara di dalam campuran mortar, penggunaan agregat ringan diantaranya pasir apung dengan campuran additive. Foam Agent merupakan salah satu bahan pembuat busa yang biasanya berasal dari bahan berbasis protein hydrolyzed. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mortar busa dengan menggunakan pasir apung dengan proses pengempaan. Tinjauan pada penilitian ini berupa berat volume batako, penyerapan air pada batako dan kualitas batako. Tahapan yang dilakukan dalam pengujian antara lain : pengujian karakteristik material, perencanaan komposisi campuran 1PC : 3PS dengan tambahan  foam agent (ccairan busa ) sebasar 20% terhadap air, dan variasi pengempaan pada batako untuk satu sampel yaitu : 0,89 MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa, dengan jumlah sampel 60 buah. Hasil dari penilitian ini memperlihatkan bahwa semakin besar pengempaan yang diberikan maka semakin berat batako yang dihasilkan, sedangkan untuk batako yang menggunakan pasir apung dengan tambahan tambahan foam agent sedikit lebih ringan dibandingkan dengan batako tanpa foam agent  karena ada rongga udara di dalam batako itu sendiri. Berdasarkan rata-rata berat volume   batako pasir apung hasil yang diperoleh yaitu  1632 kg/m3 ,dan untuk batako dengan foam agent hasil yang diperoleh 1557,33 kg/m3 dari variasi pengempaan : 0,89MPa, 1,78 MPa, 2,67 MPa, 3,56 MPa, 4,44 MPa


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. Tata, H. Parung, W. Tjaronge, and R. Djamaluddin, “Ultimate Experiment of Ruptured Concrete Beams Strengthened Using GFRP-Sheet after Fatigue Loads,” Int. J. Eng. Technol., vol. 7, no. 1, pp. 45–49, 2015.

A. Cevallos, D. Jaramillo, and X. Aldaz, “Production and Quality Levels of Construction Materials in Andean Regions : A Case Study of Chimborazo , Ecuador,” J. Constr. Dev. Ctries., vol. 22, no. 1, pp. 115–136, 2017.

P. Pengempaan, P. Proses, and B. B. Mortar, “Pengaruh pengempaan pada proses pembuatan batako berbasis mortar.”

R. Karimah, Y. Rusdianto, and D. Y. Hamdany, “PENGARUH PENGGUNAAN FOAM AGENT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KOEFISIEN PERMEABILITAS PADA BETON Effect of Foam Agent Addition to Compressive Strenght and Permeability Coefficient of Concrete,” pp. 50–55, 2017.

A. Tata, “Sifat mekanis beton dengan campuran pasir pantai dan air laut,” J. Tek. Sipil, vol. 3, pp. 65–71, 2019.

A. Tata, I. Irnawaty, and C. Cavaruddin, “Studi Karakteristik Agregat Pasir Pantai Mangoli, Sosowomo dan Loto dalam

Komposisi Beton,” Techno J. Penelit., vol. 6, no. 02, p. 04, 2018.

S. D. Kore and A. K. Vyas, “Impact of marble waste as coarse aggregate on properties of lean cement concrete,” Case Stud. Constr. Mater., vol. 4, pp. 85–92, 2016.

M. A. Sultan, Kusnadi and M. T. Yudasaputra, “EFFECT OF PRESSURE ON MAKING OF,” vol. 9, no. 5, pp. 1084–1091, 2018.

SNI , “Tata cara rencana pembuatan campuran beton ringan dengan agregat ringan,” 2002.

Dionisius Tripriyo AB, I Gusti Putu Raka, and Tavio, “BATU APUNG SEBAGAI AGREGAT KASAR Jenis-Jenis Beton Agregat Ringan Sifat-sifat Beton Agregat Ringan,” vol. 4, no. KoNTekS 4, pp. 2–3, 2010


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter