PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK TERHADAP POROSITAS DAN PERMEABILITAS CAMPURAN ASPAL PORUS

I Dewa Made Alit - Karyawan

Sari


Pengaliran air yang kurang baik, dapat mengakibatkan terjadinya genangan air di permukaan jalan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan seperti kemacetan, bahkan kecelakaan. Campuran aspal porus telah dikembangkan karena dapat mengalirkan air lebih cepat. Sehingga syarat yang harus terpenuhi adalah porositas dan permeabilitasnya, sebagai karakteristik aspal porus. Karena porinya besar, maka campuran aspal porus cenderung memiliki stabilitas rendah, sehingga untuk memenuhi persayaratan diperlukan rekayasa. Dalam penelitian ini dicoba dengan menggunakan serat ijuk. Serat ijuk memiliki sifat tahan terhadap pengaruh panas matahari, cuaca dingin, pelapukan, dan awet. Karena itu baik digunakan sebagai bahan tambah campuran aspal porus. Tujuan penelitian adalah mengetahui proporsi serat ijuk sebagai bahan tambah dalam campuran aspal porus yang memenuhi persyaratan. Sebagai standar untuk aspal porus, digunakan Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Pengujian dengan metode Marshall untuk mendapatkan karakteristik mekanik, yaitu stabilitas, flow dan Marshall Quotient (MQ). Karakteristik volumetrik yang dicari: Voids in the Mixtures (VIM), porositas dan permeabilitas. Persentase serat yang ditambahkan sebesar 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Seluruh campuran dengan dan tanpa penambahan serat ijuk tidak memenuhi persyaratan permeabilitas karena nilainya < 0,1 cm/detik. Pada penambahan serat ijuk 0% sampai 0,11%, nilai VIM, stabilitas, flow, MQ dan porositas, memenuhi persyaratan aspal porus berdasarkan AAPA.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Fikriaraz, A, M,. 2015, Pengaruh Penuanaan Jangka Pendek Pada Kuat Tekan Aspal Porus Yang Menggunakan BGA, Makasar.

Hardiman, 2008, Campuran Beraspal Porus Dwilapis Sebagai Lapis Permuakaan Jalan yang Ramah Lingkungan, Banda Aceh.

Sanusi dan Setyawan, A., 2008, Observasi Properties Aspal Porus Berbagai Gradasi dengan Material Lokal

Sarwono, D & Wardhani, A, K, 2007, Pengukuran Sifat Permeabilitas Campuran Porous Asphalt, Surakarta.

Juliawan, K., 2008, Pengaruh Suhu Pencampuran Terhadap Permeabilitas Campuran, Tugas Akhir Skripsi, Fakultas Teknik Universitas Mataram, Mataram.

Perdana, P., 2013, Karakteristik Aspal Porous yang Menggunakan Bahan Tambah Polypropylene dengan Bahan Pengikat Kombinas Aspal Minyak dan Liquid Asbuton, Makasar.

Ali, N, 2013, Studi Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Bahan Tambah pada Aspal Porous Liquid Asbuton, Surakarta.

Santoso, B., 1996, Penggunaan Serat Ijuk Sebagai Campuran Split Mastic Asphalt (SMA), Surabaya.

Mundadar, I., Sevetlana, S., dan Sugiyanto, 2013, Kekuatan Tarik Serat Ijuk, Bandar Lampung.

Anonim, 2013, Spesifikasi Umum 2010 Revisi III, Kementerian Pekerjaan Umum Derektorat Jenderal Bina Marga, Jakarta.

Aquina, H., Saleh, M, S., dan Anggraini, R., 2014, Pengaruh Substitusi Styrofom ke Dalam Aspal Penetrasi 60/70 Terhadap Karakteristik Campuran Aspal Porus, Banda Aceh.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/sipilsains.v10i2.2509

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.33387/sipilsains.v10i2.2509.g1713

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter