STUDI EVALUASI TRAFFIC LIGHT PADA PERSIMPANGAN JALAN RAYA TOBOKO DAN JALAN RAYA BROGENVIL KOTA TERNATE
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v6i11.309Abstrak
Persimpangan merupakan salah satu lokasi yang rawan terhadap kemacetan akibat konflik pergerakan kendaraan. Hampir semua sistem transportasi kendaraan mempunyai persimpangan dimana jalan kendaraan dari berbagai ruas bertemu pada suatu lokasi ataupun memencar/meninggalkan lokasi tersebut. Persimpangan-persimpangan ini sangat penting dari segi kapasitas dan kontrol oleh karena persimpangan itu sering merupakan titik penyempitan (bottlenecks) dalam lalu-lintas dan salah satu lokasi yang rawan terhadap kemacetan akibat konflik pergerakan kendaraan sehingga dapat menyebabkan tundaan, kecelakaan serta kemacetan. Jika arus lalu lintas terlalu tinggi sehingga masalah yang ditimbulkan karena adanya konflik meningkat, maka diperlukan sarana yang dapat mecegah untuk terjadinya konflik tersebut salah satunya Traffic Light seperti pada persimpangan Jl. Raya Toboko dan Jl. Raya Brogenvil Kota Ternate. Data yang diambil terdiri dari 2 yaitu, data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survei pada persimpangan tersebut sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas-dinas terkait. Dari data tersebut dihasilkan panjang siklus dengan menggunakan 2 metode yaitu, metode Homburger and Kell dan metode Webster. Dari hasil analisa dengan menggunakan metode Homburger and Kell dan Webster diperoleh panjang siklus yang berkurang sebesar 24,6 detik dari panjang siklus saat ini untuk metode Homburger and Kell dan 9,3 detik untuk metode Webster. Panjang siklus yang diperoleh dengan metode Webster menghasilkan kinerja simpang yang lebih optimal.Unduhan
Diterbitkan
2017-03-25
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.