PEMODELAN HUJAN-ALIRAN DAS DI KOTA TARAKAN MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v12i2.3859Abstrak
Diperlukan analisis terkait dengan debit banjir rencana untuk memperoleh desain pengaturan sungai yang optimal. Model hidrologi yang digunakan pada penelitian kali ini adalah model HEC-HMS yang dikembangkan oleh US Army Corps of Engineers (USACE). Model HEC-HMS dapat digunakan untuk menirukan sistem DAS yang kompleks dengan membuat penyederhanaan, berdasarkan uraian peneliti tertarik untuk mengkaji model hujan-aliran salah satu DAS Tarakan menggunakan model HEC-HMS. Tingkat akurasi hasil simulasi model HEC-HMS tergantung pada ketersediaan data dan metode yang dipilih oleh user. Hasil penelitian diperoleh parameter-parameter DAS seperti Luas DAS Binalatung (A) 15,58 km2, Panjang Sungai Utama DAS (L) 7,65 km, dengan curve number (CN) 80,132. Hasil pemodelan HEC-HMS menunjukkan Debit banjir maksimum untuk kala ulang 2 tahun adalah 2 tahun adalah 27,1 m3/s, kala ulang 5 tahun 31,5 m3/s, kala ulang 25 tahun 34,8 m3/s dan kala ulang 50 tahun 35,6 m3/s.
Referensi
PUPR. 2015. “Rencana Terpadu dan Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah Kota Tarakan Tahun 2015-2019â€Â. Tarakan
Amiruddin, A., Saparuddin, S., Anasiru, T. (2020). “Analisa Debit Banjir Rancangan DAS Tojo Metode HSS ITB 1â€Â. Borneo Engineering. Vol. 4, No. 2. 126-137.
Munajad, R., Suprayoi, S. (2015). “Kajian Hujan–aliran Menggunakan Model Hec–hms di Sub Daerah Aliran Sungai Wuryantoro Wonogiri, Jawa Tengahâ€Â. Jurnal Bumi Indonesia, Vol. 4, No. 1.
Fleming, G. 1975. “Computer Simulation Techniques in Hydrology. Elsevier. New York.
Suripin., Kurniani, D. 2016. “Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Hidrograf Banjir Di Kanal Banjir Timur Kota Semarangâ€Â. Media Komunikasi Teknik Sipil 22(2):119.
Harsoyo, B. 2010. “Review Modeling DAS Di Indonesiaâ€Â. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, Vol. 11.
US Army Corps Engineering, (2000). “HEC-HMS Technical Referencesâ€Â.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.