IDENTIFIKASI JARINGAN DRAINASE PERKOTAAN BERBASIS SPASIAL DI KOTA TERNATE (STUDI KASUS : KELURAHAN TUBO)

Penulis

  • Siti Irana Dewi Anwar Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Khairun
  • Zulkarnain K Misbah
  • Irnawaty Irnawaty

DOI:

https://doi.org/10.33387/sipilsains.v7i14.501

Abstrak

Sistem jaringan drainase merupakan salah satu infrastuktur perkotaan yang paling penting, kualitas manajemen suatu kota dapat dilihat dari kualitas sistem drainase yang ada. Sistem drainase yang baik dapat membebaskan kota dari genangan banjir , dimana saluran drainase juga berfungsi sebagai limpasan air hujan dan juga air limbah rumah tangga. Di Kelurahan Tubo Kecamatan Ternate Utara sendiri merupakan kawasan yang cukup padat penduduknya. Pertumbuhan penduduk relatif cepat harus diiringi dengan pembanguan sarana dan prasarana yang memadai. Penyebab dari permasalahan drainase antara lain drainase tidak dioptimalkan sebagaiman fungsinya karena disebabkan kerusakan struktur drainase dan penumpukan sedimentasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui permasalah draianse dikelurahan draianse yaitu dengan pengamatan langsung dilapangan dan salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui kapasitas penampang eksisting saluran yaitu dengan menggunakan rumus matematis seperti mencari luas penampang basah, keliling basah saluran, jari-jari hidrolis saluran, kecepatan aliran. Untuk menentukan kecepatan aliran digunakan persamaan Manning. Dengan menggabungkan persamaan Manning maka diidapatkan kapasitas dari suatu saluran atau debit aliran pada saluran. Metodologi yang mengaplikasikan SIG untuk memahai dan manajemen suatu jaringan draianse telah banyak digunakan, salah satunya adalah MapWindow SIG. MapWIndow SIG dapat digunakan untuk mengembangkan dan mendistribusikan hasil dari analisa data spasial. Dari hasil analisis penamapang eksisting saluran draianse Kelurahan Tubo menggunakan data dimensi lapangan diperoleh, saluran Primer memiliki kapsitas dengan debit aliran (Q) 0,000805 m3/s, rata-rata untuk saluran sekunder diketahui kapsitas dengan debit aliran (Q) 0,0008 m3/s dan saluran tersier memiliki kapasitas dengan debit aliran (Q) 0,0000031 m3/s. Dan dari hasil pengamatan dilapangan menunjukan sebagian besar saluran drainase berfungsi dengan baik namun pada saluran tersier A1 terjadi penumpukan sedimentasi setinggi 0,5 m dan saluran sekunder C sepanjang 60 m tidak difungsikan.

Biografi Penulis

Siti Irana Dewi Anwar, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Khairun

Abdul Gaus Lahir di Polewali Mandar, Sulawesi Barat., Pendidikan S1 ditempuh pada Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado dari tahun 1996 -2002. Desember 2003 ia diterima sebagai dosen PNS di Universitas Khairun pada Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil sampai dengan sekarang. Menyelesaikan program magister di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tahun 2010 dan menyelesaikan pendidikan doktor dibidang ilmu Teknik Sipil di Universitas Hasanuddin pada tahun 2015. Aktif meneliti dibidang material perkerasan jalan

Unduhan

Diterbitkan

2017-11-16

Terbitan

Bagian

Articles