PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN PLASBUT(PLASTIK SERABUT) PAVING BLOCK
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v13i1.6493Abstrak
Abstrak: Pengolahan sampah plastik menjadi paving block telah banyak dijadikan solusi dalam pengolahan limbah plastik. begitu pun dengan paving block dengan filler serabut dan matriks semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tekan ketika plastik dan serabut di kombinasikan sebagai matriks dan filler di tambah dengan filler pasir menjadi plasbut paving block. Plastik yang digunakan berjenis polypropilen. Produksi dilakukan dengan mencampurkan pasir dan plastik dalam 1 adonan, kemudian pada proses pencetakan serabut diletakkan di tengah cetakan tidak di campur menjadi satu dengan plastik dan pasir. Hasil uji tekan menunjukkan kuat tekan tertinggi di peroleh plasbut dengan komposisi plastik : Pasir : Serabut sebesar 70%:30%:0.5% dengan kuat tekan rata rata sebesar 12 MPa. diikuti dengan plasbut dengan komposisi plastik : Pasir : Serabut sebesar 70%:30%:0.125% dengan kuat tekan rata rata sebesar 9.1 MPa. Kuat tekan pada rentang ini sesuai untuk taman dengan mutu beton D.
Â
Kata kunci: Plasbut Paving block. Serabut kelapa. Kuat Tekan
Â
Abstract: Processing plastic waste into paving blocks has been widely used as a solution for plastic waste. They are likewise paving blocks that use fibre filler and a cement matrix. This study aims to determine the compressive strength when plastic and fibres are combined as a matrix and filler are added with sand filler to become "plans but" paving blocks. The plastic used is polypropylene. Production is done by mixing sand and plastic in one dough, and then in the production process, the fibres are placed in the middle of the mould, not mixed with plastic and sand. The results of the compressive test showed that the highest compressive strength was obtained from "plasbut" with a plastic composition: Sand: Fiber of 70%: 30%: 0.5% with an average compressive strength of 12 MPa. followed by "plasbut" with a plastic composition: Sand: Fiber of 70%:30%:0.125% with an average compressive strength of 9.1 MPa. This compressive strength in this range is suitable for gardens with concrete quality D.
Keywords: Plasbut Paving block. Coconut fibre. compressive strength
Â
Unduhan
Referensi
Agung Prasetyo. Ani Listriyana. (2022). Modul Pembuatan dan Strategi Pemasaran “Zero Waste†Paving Block. Modul Wirausaha Merdeka PPNS tahun 2022. EC00202310580. 3 Februari 2023
Mukhtar Abdul Kader. Elin Herlina. (2021).Pengelolaan Sampah Plastik menjadi Paving Block sebagai Prospek Bisnis Pada Masyarakat Pra Sejahtera. Abdimas Galuh:Volume 3. nomor 1. Maret 2021. 102-113.
Erdin Khalid Zulfi. Zainuri. (2021). Kualitas Paving Block dengan Menggunakan Limbah Plastik Polypropylene terhadap Kuat Tekan. Jurnal Teknik: Volume 15 nomor 2.
Standar Nasional Indonesia(SNI) 03-0691-1996 tentang bata beton(paving block)
Edo Pratama. (2016). Kajian Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton Kertas (Papercrete) dengan Bahan Tambah Serat Nilon. Jurnal Fropil Vol. 4 No. 1. 2016.
Vina Dzurrotoon Nafisa. Ani Listriyana. Muhammad Nur Zuhudil. (2023). Pemanfaatan Limbah Plastik Dan Serabut Kelapa Menjadi Paving Blok. MAPEL: Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut. Vol 01, No 1, Mei 2023
Eben Oktavianus Zai. Johan Oberlyn Simanjuntak.Eddi Panri Hutagalung.(2022). Pengaruh penambahan serat serabut kelapa terhadap kuat tekan beton.construct : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1, No. 2, Mei 2022
Adeyi O. 2010. Proximate Composition Of Some Agricultural Wastes In Nigeria And Their Potential Use In Activated Carbon Production. J. Appl. Sci. Environ. Manage 14(1): 55–58, Www.Bioline.Org.Br/Ja
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.