Penataan Danau Tolire Kecil sebagai Ruang Terbuka Publik di Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v14i1.7877Abstrak
Ruang terbuka publik menjadi sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat kota Ternate melakukan kegiatan rekreasi dan rileksasi. Danau Tolire Kecil merupakan area tepian air yang potensial dengan keindahannya telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tujuan wisata. Panorama danau dan pantai menjadi satu dalam satu kawasan menjadi keunikan tersendiri bagi para pengunjung. Kondisi eksisting terkini menunjukkan beberapa fasilitas yang ada mengalami kerusakan. Danau ini dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Pulau Ternate tahun 2022-2042 ditetapkan sebagai zona lindung dengan peruntukan sebagai perlindungan setempat dan badan air. Oleh karenanya untuk mengoptimalkan penggunaan lahan di kawasan ini sangat perlu arahan penataan ruang terbuka publik di Danau Tolire Kecil agar kegiatan wisata yang telah berlangsung saling mendukung dan kelestarian lingkungan danau dapat terus terjaga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data adalah observasi lapangan dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya dijabarkan menggunakan teori elemen perancangan Hamid Shirvani. Dari hasil analisis, didapatkan konsep penataan Danau Tolire Kecil mengoptimalkan delapan elemen perancangan untuk memperkuat citra kawasan. Danau Tolire Kecil merupakan kawasan strategis yang memiliki nilai sejarah. Dengan penerapan delapan elemen estetika kawasan, maka konsep penataan dengan interpretasi legenda Danau Tolire Kecil dapat mengoptimalkan potensinya sebagai ruang terbuka publik yang menciptakan kualitas lingkungan berbasis kearifan lokal daerah Kota Ternate.Referensi
Peraturan Walikota Ternate Tahun 15 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang Pulau Ternate Tahun 2022-2042.
Carmona, M., Heath, T., Oc, T. & Tiesdell, S. (2003). Public Places Urban Spaces. The Dimensions of Urban Design, Architectural Press.
Carr, S., Francis, Mark., Rivlin, Leanne G. & Stone, Andrew M. (1992). Public Space. Cambridge: Cambridge University Press
Sa, Zitkala., Izziah, Safwan. (2022). Kajian Penataan Ruang Tepi Sungai Krueng Aceh Sebagai Upaya Peningkatan Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan, Vol 6 No 3, hal 103-109.
Indriani, Yuvita. (2013). Tingkat Keberhasilan Taman Denggung di Kabupaten Sleman DIY sebagai Ruang Publik. Skripsi: Universitas Gadjah Mada (tidak dipublikasikan)
Hakim, Rustam & Utomo, Hardi. (2008). Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Darmawan. E. (2009). Ruang Publik dalam Arsitektur Kota. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
Prawesthi, Ashri, dkk. (2022). Designing Rawa Pening as a New Nature-Based Tourism Area. International Journel of Green Tourism Research and Applications. Vol. 4 (1), page 1-8
Shirvani, Hamid. (1985). Urban Design Process. New York: Van Nosetrand Reinhold Company
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.