ANALISIS LAJU INFILTRASI DENGAN VARIASI PERMUKAAN TANAH DI KOTA BALIKPAPAN

Mariatul Kiptiah

Sari


Hujan yang jatuh sebagian ada yang meresap kedalam tanah langsung dan melimpas kepermukaan menjadi aliran permukaan. Air yang meresap kedalam tanah ini disebut infiltrasi, kondisi ini membawa dampak air hujan yang turun akan meningkatkan volume aliran permukaan dan menghambat resapan air kedalam tanah sehingga menimbulkan genangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai laju infiltrasi dan mengetahui pengaruh nilai kadar air terhadap nilai laju infiltrasi pada variasi permukaan tanah di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode horton dengan menggunakan data pengukuran langsung dengan menggunakan alat double ring infiltrometer  dan menentukan klasifikasi tanah menggunakan analisa saringan. Nilai laju infiltrasi aktual pada lokasi penelitian adalah 9,60–17,28 cm/jam termasuk dalam ketegori sedang–lambat. Sedangkan nilai curah hujan harian maksimum Kota Balikpapan sepanjang Tahun 2019 sampai dengan bulan Mei Tahun 2020 adalah 73,25 mm dimana ± 56 mm (76%) dari curah hujan akan menjadi aliran permukaan yang mengakibatkan genangan pada saat hujan turun. Pemeriksaan kadar air mempunyai pengaruh besar terhadap nilai infiltarsi  berada pada 8 – 25 %, hal ini menunjukan semakin tinggi kadar air yang terkandung dalam tanah sehingga laju infiltrasi lebih kecil dan semakin rendah nilai kadar air dalam tanah air  maka nilai infiltrasinya besar.

Kata kunci: Infiltrasi, Double Ring Infiltrometer, Metode Horton


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Muhammad David, Manyuk Fauzi, Ari Sandhyavitri, “Analisis Laju Infiltrasi Pada Tutupan Lahan Perkebunan Dan Hutan Tanam Industri (HTI) Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak,” J. Online Mhs. Fak. Tek. Univ. Riau, vol. 3, no. 2, pp. 1–12, 2016.

T. Sumber and D. Air, “Sumberdaya air,” J. Air Indones., vol. 5, no. 2, pp. 1–62, 2012.

A. R. Darajat, F. Nurrochmad, and R. Jayadi, “Analisis Infiltrasi Di Saluran Primer Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah,” J. Tek. Sipil dan Lingkung., pp. 1–9, 2002.

S. H. Brotowiryatmo, Analisis Hidrologi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1993.

N. HADISUSANTO, Aplikasi Hidrologi. Yogyakarta: Jogja Media Utama, 2011.

L. D. Susanawati, B. Rahadi, and Y. Tauhid, “Penentuan Laju Infiltrasi Menggunakan Pengukuran Double Ring Infiltrometer dan Perhitungan Model Horton pada Kebun Jeruk Keprok 55 (Citrus Reticulata) Di Desa Selorejo, Kabupaten Malang,” J. Sumberd. Alam dan Lingkung., vol. 5, no. 2, pp. 28–34, 2018, doi: 10.21776/ub.jsal.2018.005.02.4.

Badan Standardisasi Nasional, “SNI 2415:2016 - Tata cara perhitungan debit banjir rencana,” 2016.

M. KUSUMAWARDANI, “Karakteristik Infiltrasi Tanah Pada Penggunaan Lahan Pertanian Dan Pemukiman Di Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor,” Institut Pertanian Bogor, 2011.

T. Irawan, “Infiltrasi Pada Berbagai Tegakan Hutan Di Arboretum,” Universitas Lampung, 2016.

BMKG, “Meteorologi Hujan Tahun,” 2020. .

Nursetiawan and A. I. Pratama, “Pengukuran Nilai Infiltrasi Lapangan dalam Upaya Penerapan Sistem Drainase Berkelanjutan di Kampus UMY,” J. Online Inst. Teknol. Nas., vol. 3, no. 1, pp. 14–25, 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/sipilsains.v10i2.2261

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter