Perbandingan Kuat Tekan Beton Porous Menggunakan Agregat Alami dan Agregat Batu Pecah
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v15i2.8686Abstrak
Beton porous atau dikenal sebagai porous concrete adalah inovasi dalam konstruksi jalan yang ramah lingkungan. Material ini memiliki rongga udara di permukaannya yang memungkinkan air permukaan mengalir ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi ukuran agregat alami dan agregat batu pecah terhadap kuat tekan dan porositas beton porous. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Pengujian kuat tekan dilakukan setelah proses curing beton dengan perendaman selama 7, 14, dan 28 hari, sedangkan pengujian porositas dilakukan pada beton berumur 28 hari. Pada pengujian kuat tekan beton porous diperoleh nilai tertinggi pada agregat berukuran 0,5-1 cm pada kedua jenis agregat. Semakin kecil ukuran agregat maka semakin besar kuat tekan yang dihasilkan. Untuk pengujian porositas diperoleh nilai tertinggi pada batu alami ukuran 1-2 cm sebesar 3,28% dan porositas terendah diperoleh pada agregat batu pecah ukuran 0,5-1 cm sebesar 0,88%.Unduhan
Referensi
A. C. I. Committee, ACI 522R-06 In Concrete Construction - World of Concrete. American: Technical Documents, 2006.
S. P. Tampubolon, Struktur Beton I Civil Engineering. Jakarta: Universitas Kristen Indonesia, 2022.
E. J. Elizondo Martinez, V. C. Andres Valeri, J. Rodriguez Hernandez, and D. Castro Fresno, “Proposal of a New Porous Concrete Dosage Methodology for Pavements,†vol. 12, no. 19, pp. 1–16, 2019.
M. R. Zalalludin and M. Ryanto, “Kajian Beton Porous Dengan Menggunakan Varian Gradasi Agregat Kasar Dan Silica Fume Untuk Pengujian Kuat Tekan Dan Tarik Belah Beton,†Sist. Infrastruktur Tek. Sipil, vol. 2, no. 2, p. 281, 2022.
M. Zulham, L. Liliana, and F. Frieda, “Sifat Mekanik Beton Berpori Dengan Material Agregat Buatan Dari Limbah Plastik PET,†Media Ilm. Tek. Sipil, vol. 10, no. 2, pp. 145–154, 2022.
I. Agus, “Desain Beton Berongga (Porous Concrete) Dengan Variasi Faktor Air Semen (FAS) Sebagai Beton Ramah Lingkungan,†J. Media Inov. Tek. Sipil UNIDAYAN, vol. 11, no. 1, pp. 18–24, 2022.
S. Samsul, M. Mustakim, and K. Kasmaida, “Pengaruh Ukuran Butir Agregat Kasar Terhadap Kapasitas Kuat Tekan Dan Nilai Slump Beton Porous,†J. Karajata Eng., vol. 3, no. 2, pp. 124–127, 2023.
M. Zulham, L. Liliana, and F. Frieda, “Porosity of Porous Concrete With Artificial Aggregate From Pet Plastic Waste,†J. TRANSUKMA, vol. 5, no. 2, pp. 168–174, 2023.
I. V. Simanjuntak and S. P. Tampubolon, “Pengaruh Variasi Agregat Kasar Penyusun Beton Porous Terhadap Kuat Tekan Dan Porositas Beton,†J. Rekayasa Tek. Sipil dan Lingkung. - CENTECH, vol. 3, no. 1, pp. 1–10, 2022.
E. Purnamasari and F. Handayani, “Beton Porous Dengan Menggunakan Agregat Lokal Di Kalimantan Selatan,†J. Kacapuri J. Keilmuan Tek. Sipil, vol. 3, no. 1, p. 139, 2020.
E. Riyanto, A. Setiawan, and M. Taufik, “Pengaruh Ukuran Agregat Kasar Terhadap Karakteristik Infiltrasi dan Permeabilitas Beton Porous,†J. Ilmu Tek. Sipil, vol. 7, no. 1, pp. 61–71, 2023
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.