KARAKTERISTIK KUAT TEKAN BETON UNTUK RIGID PAVEMENT YANG DIPENGARUHI LINGKUNGAN LAUT
DOI:
https://doi.org/10.33387/sipilsains.v9i17.893Abstrak
Beton yang berada pada daerah pantai atau lingkungan laut akan mengalami proses penurunan kekuatan dan kemampuan apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu penanganan beton pada daerah tersebut yaitu dengan inovasi perubahan sifat beton, salah satunya dengan penambahan abu vulkanik. Penambahan abu vulkanik gamalama sebanyak 15,582% dari berat semen menghasilkan mutu beton yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton setelah perlakuan dengan lingkungan laut selama 1 bulan dan 6 bulan. Pengujian kuat tekan beton normal dan beton abu vulkanik gamalama dilakukan setelah umur 28 hari, kemudian benda uji ditempatkan didalam air laut dan pada daerah pasang surut dengan waktu pengujian kuat tekan selama 1 bulan dan 6 bulan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tekan beton normal dan beton abu vulkanik gamalama umur 28 hari sebesar 309,43 kg/cm2 dan 414,89 kg/cm2, persentasi kenaikan beton abu vulkanik gamalama sebesar 34,08% dari kuat tekan beton normal. Kemudian kuat tekan beton normal air laut dan beton normal pasang surut mengalami peningkatan selama 1 bulan, beton normal air laut sebesar 353,47 kg/cm2 dan beton normal pasang surut sebesar 392,87 kg/cm2 dan perlakuan selama 6 bulan beton normal air laut mengalami penurunan sehingga nilai kuat tekannya menjadi 328,20 kg/cm2,sedangkan beton normal pasang surut masih terjadi peningkatan dengan nilai kuat tekan sebesar 398,43 kg/cm2. Kemudian kuat tekan beton abu vulkanik Gamalama masih mengalami peningkatan selama 1 bulan dan 6 bulan, beton abu vulkanik pada air laut selama 1 bulan menghasilkan kuat tekan sebesar 449,66 kg/cm2 dan 6 bulan sebesar 538.20 kg/cm2, untuk beton abu vulkanik pasang surut selama 1 bulan dan 6 bulan menghasilkan kuat tekan sebesar 440,39 kg/cm2 dan 514,56 kg/cm2.Referensi
Amalia., 2014. Pengaruh Penambahan Fly Ash Abu Vulkanik Gunung Gamalama Pada Beton Mutu Tinggi. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate
Gunawan Madia., Tanpa Tahun. Kajian Kuat Tekanan Beton Setelah Terekspos Air Laut, Air Rawa, Air Hujan Tercemar. Jurnal Perpustakaan Universitas Indonesia
Hunggurami, Elia dkk., 2014. Pengaruh Masa Perawatan (Curing) Menggunakan Air Laut Terhadap Kuat Tekan Dan Absorpsi Beton. Jurnal Teknik Sipil Vol. III, No.2
Junaid, Annisa, dkk., 2014. Studi Kekuatan Beton Yang Menggunakan Air Laut Sebagai Air Pencampuran Pada Daerah Pasang Surut. Jurnal Jurusan Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar
McCormac,Jack C. 2002. Desain Beton Bertulang. edisi kelima. Penerbit Erlangga: Jakarta
Mulyono, Tri., 2004. Teknologi Beton. Andi & Yogyakarta
Poipessy, A. Mulyadi., 2011. Pengaruh Penambahan Abu Vulkanik Gunung Gamalama Terhadap Sifat Mekanis Beton. Disertasi, Ternate. Universitas Khairun Ternate
SNI 03-2834-1993. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Standar Nasional Indonesia
SNI 03-2834-2000. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Standar Nasional Indonesia
Suyuti., 2009. Perbaikan Kapasitas Dukung Tanah Dengan Metode Stabilitasi Kimiawi. Disertasi, Ternate. Universitas Khairun Ternate
Syamsuddin Ristinah, dkk., Tanpa Tahun. Pengaruh air laut pada perawatan (curing) beton Terhadap kuat tekan dan absorpsi beton dengan Variasi faktor air semen dan durasi perawatan. Jurnal Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang
Triani, 2014. Pengaruh Kuat Tekan Beton Akibat Terendam Air Laut Dengan Penambahan Abu Vulkanik Gunung Gamalama. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Khairun Ternate.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Pemberitahuan Hak Cipta- Penulis menyerahkan hak cipta eksklusif atas karya mereka kepada jurnal.
- Jurnal memiliki wewenang penuh untuk mempublikasikan, mereproduksi, dan mendistribusikan karya tersebut.
- Opsi ini memberikan jurnal fleksibilitas yang lebih besar dalam mempromosikan dan melestarikan karya.
- Penulis mempertahankan hak cipta atas karya mereka, tetapi memberikan izin kepada orang lain untuk menggunakan karya tersebut dengan syarat tertentu.
- Lisensi Creative Commons menawarkan berbagai jenis lisensi dengan tingkat restriksi yang berbeda-beda, seperti CC BY (Atribusi), CC BY-SA (Atribusi-ShareAlike), CC BY-NC (Atribusi-NonKomersial), dan sebagainya.
- Opsi ini memungkinkan distribusi yang lebih luas dari karya, terutama untuk tujuan non-komersial.