Pengelolaan Tinggalan Arkeologi Bawah Air di Maluku Utara: Studi Kasus Bangkai Pesawat Bristol Beaufort
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.12469Abstract
Tinggalan arkeologi bawah air di Maluku Utara merupakan bagian penting dari sumber daya budaya maritim Indonesia, namun pengelolaannya masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan inventarisasi, lemahnya pengawasan dan belum optimalnya pelindungan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan permasalahan pengelolaan tinggalan arkeologi bawah air melalui studi kasus bangkai pesawat Bristol Beaufort di Pulau Morotai. Metode yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan dan regulasi terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan tinggalan arkeologi bawah air memerlukan model terpadu berbasis Culture Resource Management (CRM) yang mencakup inventarisasi dan dokumentasi, pelindungan hukum, pelibatan masyarakat, pemanfaatan berbasis edukasi serta monitoring berkelanjutan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi prinsip CRM dengan karakteristik tinggalan arkeologi bawah air di Maluku Utara sebagai dasar pengelolaan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.





