Public Communication Strategies of the Sultan of Ternate in Revitalizing the Moloku Kie Raha Cultural Identity: A Case Study of the Legu Taranoate Tradition

Authors

  • Athirah Rizki Salsabila Universitas Tadulako, Indonesia
  • Syahrir Ibnu Universitas Khairun, Indonesia
  • Alwi Abdul Haq Al-Azhar University, Egypt

DOI:

https://doi.org/10.33387/tekstual.12471

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi komunikasi publik Sultan Ternate dalam merevitalisasi identitas budaya Moloku Kie Raha melalui tradisi Legu Taranoate 2024. Penelitian berangkat dari persoalan bagaimana otoritas tradisional non-negara mempertahankan legitimasi budaya di tengah demokrasi modern, globalisasi, dan perluasan media digital. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, analisis dokumen, dan wawancara semi-terstruktur dengan dua belas informan kunci, meliputi pejabat kesultanan, pemimpin adat, pengelola media, pelaku budaya, dan akademisi. Temuan menunjukkan bahwa Kesultanan Ternate memadukan komunikasi ritual, tata ruang sakral, simbol kerajaan, dialog publik, partisipasi pemuda, dan verifikasi konten digital untuk memperkuat kesinambungan identitas lokal. Secara vertikal, Sultan mengoperasikan modal simbolik melalui ritus Orom Sasadu dan Kololi Kie. Secara horizontal, Legu Taranoate menjadi ruang publik budaya yang memungkinkan warga menegosiasikan nilai adat dengan isu kontemporer. Artikel ini juga menunjukkan bahwa media digital dapat memperluas jangkauan budaya apabila tetap dikendalikan oleh protokol adat. Studi ini menegaskan bahwa revitalisasi budaya berlangsung melalui perpaduan otoritas simbolik, partisipasi masyarakat, dan adaptasi media.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Salsabila, A. R., Ibnu, S., & Haq, A. A. (2026). Public Communication Strategies of the Sultan of Ternate in Revitalizing the Moloku Kie Raha Cultural Identity: A Case Study of the Legu Taranoate Tradition. Tekstual, 24(1), 44–58. https://doi.org/10.33387/tekstual.12471