Pariwisata Inklusif Ramah Disabilitas: Studi Kasus Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.12493Abstract
Pariwisata inklusif merupakan mandat global untuk menjamin kesetaraan akses, namun implementasinya di destinasi berkembang seringkali menghadapi tantangan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pariwisata ramah disabilitas di Kota Ternate, Indonesia, sebuah kota dengan warisan sejarah yang kaya namun berada di luar jalur pariwisata utama. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci (pemerintah, pengelola wisata, dan organisasi penyandang disabilitas) serta kuesioner terstruktur kepada penyandang disabilitas. Hasil penelitian mengungkapkan kondisi tingkat penerimaan dan keramahan sosial yang sangat tinggi terhadap penyandang disabilitas kontras secara tajam dengan eksklusi struktural yang rendah. Ini diakibatkan minimnya aksesibilitas fisik, ketiadaan transportasi inklusif, dan kesenjangan informasi. Meskipun penyandang disabilitas merasa aman dan diterima, partisipasinya secara mandiri dan bermartabat terhambat oleh lingkungan binaan yang tidak akomodatif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengusulkan "paradoks inklusivitas" sebagai kerangka analitis baru untuk memahami dinamika pariwisata aksesibel pada konteks serupa. Secara aplikatif, temuan ini menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi pemerintah kota untuk menjembatani kesenjangan antara modal sosial dan kesiapan infrastruktur.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.





