Makna Budaya dalam Tradisi Posuo (Turun Jujaru) pada Masyarakat Buton di Desa Gandasuli: Kajian Antropolinguistik

Authors

  • Ikmal Muhammad Universitas Khairun, Ternate, Indonesia
  • Nursastri Nurdin Universitas Khairun, Ternate, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33387/tekstual.12494

Abstract

Tradisi Posuo atau Turun Jujaru merupakan salah satu upacara adat masyarakat Buton yang menandai peralihan status perempuan dari masa remaja menuju kedewasaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna budaya yang terkandung dalam proses dan atribut upacara Posuo pada masyarakat Buton di Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Posuo menggunakan sebelas atribut dan bahan utama, yaitu lulur kunyit dan beras, pencukuran alis, parang, kapak, telur, kelapa, jagung, pinang, enam bentuk ketupat, serta daun laka atau hena. Atribut dan bahan tersebut mengandung makna budaya yang berkaitan dengan kecantikan, kesucian, perlindungan, keharmonisan rumah tangga, keseimbangan religius-kosmologis, jodoh, dan masa depan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa Posuo tidak hanya berfungsi sebagai upacara adat, tetapi juga sebagai sistem simbol budaya yang merepresentasikan nilai sosial, spiritual, dan identitas masyarakat Buton di Desa Gandasuli.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Muhammad, I., & Nurdin, N. (2026). Makna Budaya dalam Tradisi Posuo (Turun Jujaru) pada Masyarakat Buton di Desa Gandasuli: Kajian Antropolinguistik. Tekstual, 24(1), 78–90. https://doi.org/10.33387/tekstual.12494