Religiusitas dan Toleransi Beragama pada Remaja
Studi Cross-Sectional Correlational
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.12588Abstract
Religiusitas diharapkan tidak hanya tercermin dalam keyakinan dan praktik ibadah, tetapi juga dalam penghormatan terhadap hak dan keyakinan kelompok lain, khususnya dalam masyarakat yang beragam secara sosial, budaya, dan agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara religiusitas dan toleransi beragama pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional potong lintang. Sebanyak 108 remaja berusia 13–19 tahun dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala religiusitas dan skala toleransi beragama yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi peringkat Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas responden tergolong tinggi (M = 116,46; SD = 9,417), sedangkan toleransi beragama berada pada kategori sedang (M = 91,80; SD = 12,780). Sebanyak 50% responden masih berada pada kategori toleransi rendah dan sangat rendah. Analisis Spearman menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara religiusitas dan toleransi beragama (rₛ = 0,389; p < 0,001), tetapi kekuatan hubungannya relatif lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas berkaitan dengan toleransi beragama, sementara lemahnya kekuatan hubungan mengindikasikan bahwa toleransi juga kemungkinan berkaitan dengan faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Dalam konteks sosial-budaya masyarakat plural, temuan ini menegaskan pentingnya memahami religiusitas tidak hanya sebagai pengalaman individual, tetapi juga dalam kaitannya dengan sikap terhadap kelompok yang berbeda.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.





