Kesenian Rengkong dalam Pandang Semiotik
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.v17i2.1543Abstract
Artikel ini membahas kajian semiotik Kesenian Rengkong khas Warungkondang Cianjur dengan tujuan menginterpretasi makna yang terkandung pada segala macam peralatan, bahan, kostum Kesenian Rengkong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga tanda atau lambang yang termasuk dalam kategori Ikon yaitu, pohon beringin, tari potong padi, dan lumbung padi Dewi Sri. Terdapat tiga tanda atau lambang yang termasuk dalam kategori Indeks yaitu, warna merah putih, warna hitam, dan tali ijuk. Terdapat enam tanda atau lambang yang termasuk dalam kategori Simbol yaitu, jumlah pemain Kesenian Rengkong, pohon hanjuang, bambu, suara Kesenian Rengkong, padi, dan sendal karet hitam.ÂÂ
Kata Kunci: semiotik, rengkong, bahan ajar, teks deskripsi.
Abstract
The writer discusses the study of semiotics Rengkong art typical Warungkondang Cianjur. The purpose of this study is to describe the semiotic study contained in Rengkong Art, to interpret the meaning contained in all kinds of equipment, materials, costumes Art Rengkong and describes the extent to which feasibility as the use of teaching materials to write text description. The method used in this research is descriptive method. The significance of the sign or emblem rests on Pierce's semiotic theory, classified into three parts namely Icons, Indexes, and Symbols. The results showed there are three signs or symbols that are included in the category of Icons namely, banyan tree, rice cut dance, and rice barn Dewi Sri. There are three signs or symbols that are included in the category of Index namely, red and white, black, and rope fibers.
Keywords: semiotic, rengkong, teaching material, descriptive text
References
Dalman. 2014. Keterampilan Menulis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Galba, Sindu. 2007. Kesenian Tradisional Masyarakat Cianjur. [online]. Tersedia: http://Uun-halimah.blogspot.co.id/2008/06/Rengkong-keseniantradisional.html?m=1 [08 Mei 2017]
Mulyani, Mimi. 2011. “Model Pembelajaran Menulis Berbasis Kearifan Lokal yang Berorientasi Pendidikan Karakterâ€Â. Dalam Jurnal Pena [online], volume
(1), 16 halaman. Tersedia : https://online-journal.unja.ac.id [19 Januari 2018]
Nurgiyantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.