Tanda Baca Penanda Kalimat dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.v17i2.1788Abstract
Buku ajar yang baik adalah buku ajar yang memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, memiliki kesesuaian antara isi dengan tujuan kurikulum, serta menggunakan bahasa dan ejaan yang baik. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan tanda baca penanda kalimat dalam buku Bahasa Indonesia sekolah dasar? Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa Indonesia dalam buku ajar Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah buku Bahasa Indonesia kelas 5, sampel penelitian ini diambil 4 bab. Hasil penelitian menunjukkan ketidaktepatan pemakaian kaidah tanda titik berdasarkan materi dan topik pembicaraan terdapat 20 buah (4,35%) dan frekuensi ketepatan penggunaan tanda titik berjumlah 439 buah ( 95,6%). Jumlah ketidaktepatan penggunaan tanda tanya dalam materi pelajaran yang bertopik resmi yaitu 1 buah atau 0,68% dan frekuensi ketepatan penggunaan tanda tanya berjumlah 145 buah ( 99,32%). Ketidaktepatan pemakaian kaidah tanda seru berdasarkan materi dan topik pembicaraan terdapat 6 buah (2,71%) dan frekuensi ketepatan penggunaan tanda seru berjumlah 214 buah ( 97,2%).
Kata Kunci: buku ajar, tanda bacaÂÂ
AbstractÂÂ
A good textbook is a textbook that has clear learning objectives, has compatibility between content and curriculum objectives, also uses good language and spelling. The main problem in this research is how to use sentence markers in elementary school Indonesian books? This study was designed to describe the use of Indonesian in Indonesian language textbooks. The method used in this research is the descriptive qualitative method. The population in this study was grade 5 Indonesian language books, the study sample was taken 4 chapters. The results showed inaccurate use of the rules of the dot based on the material and the topic discussed 20 pieces (4.35%) and the frequency of accuracy of the use of the adventure point mark of 439 pieces (95.6%). The number of inaccuracies in the use of question marks in subject matter with official stubs is 1 piece or 0.68% and the frequency of accuracy in the use of question marks in 145 pieces (99.32%). Inaccurate use of 6% (2.71%) and high frequency 6% (97.2%).
Keyword: textbooks, punctuation
References
Berelson, B. (1952). Content Analysis in Communication Research. New York: The Free Press.
Firdaus, A. (2014). Analisis Kelayakan Isi Buku Teks Bahasa Indonesia Terbitan Erlangga Kelas VII SMP/MTs. KATA, (1), 1–12.
Moleong, L. (2002). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sari, I. P., & Syamsi, K. (n.d.). Development Thematic-Integratif Textbooks Based on Discipline And, 3, 73–83.
Suryana. (2010). Metodologi Penelitian. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Tarigan, H. G. (1989). Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa Bandung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.