Bahasa Melayu Ternate Sebagai Identitas Lain bagi Masyarakat Ternate
DOI:
https://doi.org/10.33387/tekstual.v18i1.727Abstract
Bahasa Ternate merupakan salah satu bahasa yang dituturkan oleh penduduk yang berdomisili di sebagian besar wilayah Maluku Utara yang pernah menjadi wilayah kekuasaan kesultanan Ternate dan khususnya di kota Ternate. Dewasa ini ,penggunaan bahasa Ternate di kota Ternate semakin minim. Penutur bahasa Ternate lebih sering menggunakan bahasa Melayu Ternate. Bahasa Ternate hanya terbatas penggunaannya oleh para orang tua. Sebagian besar anak-anak tidak dapat menuturkan bahasa Ternate dikarenakan pupusnya transmisi antargenerasi. Selain itu, kontak bahasa antara para pendatang dan penutur bahasa Ternate itu sendiri menyebabkan beralihnya fungsi bahasa Ternate yang sebelumnya berfungsi sebagai lingua franca di Maluku Utara dan  digantikan oleh bahasa Melayu Ternate. Identitas Melayu pun menggantikan identitas non Austronesia bahasa Ternate.
Kata kunci: Ternate, Melayu, kontak bahasa
References
Allen, Rika Hayami. 2001. A Descriptive Study of The Language of Ternate, The Northern Moluccas, Indonesia. Disertasi. USA: University of Pittsburgh. UMI: 3038240.
BadanPusatStatistik Kota Ternate. 2012. Kota Ternate DalamAngka. Ternate, BPS.
Bowden, John. 2005. “ Language Contact and Metatypic Restructuring in the Directional System of North Maluku Malayâ€Â. Concentric: Studies in Linguistics. 133-158.
Blust, Robert. 1987. The Linguistic Study of Indonesia. Yogyakarta: Pusat Studi Bahasa-Bahasa Asia Tenggara- Pasifik. Universitas GadjahMada.
Chambers, J.K.1995. Sociolinguistic Theory. Oxford. Blackwell.
Collins, J.T. 2005.BahasaMelayuBahasaDunia: SejarahSingkat. Jakarta: YayasanObor Indonesia dan KITLV Jakarta.
Gau, Sukardi. 2011. “Menjejaki bahasa Melayu Maluku di Papua: Kerangka Pengenalan.†Jurnal elektronik Jabatan Bahasa dan Kebudayaan Melayu.(Utama ) Jilid 3: 21-40.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah a yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan dari penulis dan publikasi awal dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke penyimpanan institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan awal. publikasi di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.