SOSIALISASI DAMPAK KERUSAKAN RUMAH PASCA GEMPA DI DESA TAWA

Endah Harisun

Abstract


Pada tanggal 14 juli 2019 terjadi gempa bumi yang melanda Kabupaten Halmahera Selatan dengan skala 7,2 pada skala Richter. Menurut data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat empat puluh lima (45) Desa yang terkena dampak yang cukup parah. Hal ini juga berlaku pada desa Tawa yang merupakan salah satu desa yang terkena dampak guncangan gempa bumi tersebut. Tujuan dari kegiatan sosialisasi dampak kerusakan rumah pasca gempa di desa Tawa yang terkena dampak bencana gempa bumi adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang konstruksi rumah sederhana yang tahan gempa. Metode pelaksanaan  sosialisasi yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Dengan adanya kegiatan sosialisasi tentang dampak kerusakan rumah pasca gempa di desa Tawa, diharapkan masyarakat lebih memahami tentang konstruksi bangunan tahan gempa rumah sederhana dan juga pemahan yang mendalam tentang rumah Fala Kancing yang sudah menjadi tradisi lama yang telah dikuti secara turun-temurun (local genius).

References


Arifin, S. (2005). STRATEGI UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG DIAKIBATKAN OLEH GEMPA DAN GELOMBANG TSUNAMI. 02(01), 28–33.

Bawono, A. S. (2016). Studi Kerentanan Bangunan Akibat Gempa : Studi Kasus. JURNAL ILMIAH SEMESTA TEKNIKA, 19(1), 90–97.

BNPB. (2008). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana. Bnpb, 13. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Dian Nugraha, A., Ash Shiddiqi, H., Widiyantoro, S., Puspito, N. T., Triyoso, W., Wiyono, S., … Rosalia, S. (2017). Hypocenter Relocation of Earthquake Swarm in West Halmahera, North Molucca Region, Indonesia by using Double-Difference Method and 3D Seismic Velocity Structure. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 62(1), 3–7. https://doi.org/10.1088/1755-1315/62/1/012053

Harisun, E. (2010). KONSEP PENATAAN BANGUNAN GEDUNG DI KOTA TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA. Conference: Seminar Nasional Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Pembangunan BerkelanjutanAt: Institut Teknologi Nasional Malang, (ISBN : 978-979-3984-30-8), 978–979.

Jigyasu, B. R., & Consultant, C. (n.d.). SUSTAINABLE POST DISASTER RECONSTRUCTION THROUGH INTEGRATED RISK MANAGEMENT – THE CASE OF RURAL.

Rijati, S., Intan, T., & Subekti, M. (2017). Sosialisasi Daur Ulang Sampah Sebagai Upaya Pengembangan Eko-Budaya di Lingkungan Desa Sayang Jatinangor Kabupaten Sumedang. 1(2), 29–34.

Rinaldi, Z., & Purwantiasning, A. W. (2015). ANALISA KONSTRUKSI TAHAN GEMPA RUMAH TRADISIONAL SUKU BESEMAH DI KOTA PAGARALAM SUMATERA SELATAN. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi 2015, (November), 1–10.

Sinaga, G. H. D. (2016). Coulomb stress analysis of West Halmahera earthquake mw = 7 . 2 to mount Soputan and Gamalama volcanic activities Coulomb stress analysis of West Halmahera earthquake mw = 7 . 2 to mount Soputan and Gamalama volcanic activities. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/10.1088/1755-1315/56/1/01200

Zulfiar, M. H., Jayady, A., & Jati Saputra, N. R. (2018). Kerentanan Bangunan Rumah Cagar Budaya Terhadap Gempa Di Yogyakarta. Jurnal Karkasa, 4(1), 5. https://doi.org/10.32531/jkar.v4i1.67




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/pengamas.v3i1.1496

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN: 2622-383X || PengaMAS Stats:

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License