Potensi Hama Pomacea canaliculata sebagai Antibakteri Terhadap Patogen Xanthomonas oryzae pv oryzae

Irwanto Sucipto, Ahmad Ilham Tanzil, Wildan Muhlison

Abstract


Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan salah satu penyakit penting pada padi. Kunci pengendalian utama Xoo adalah menggunakan benih bebas penyakit atau benih yang diperlakukan dan rotasi tanaman. Namun relevansi penggunaan benih atau bibit bersertifikasi akan menjadi berkurang jika terdapat kombinasi serangan hama utama yang membantu masuknya patogen ini kedalam tanaman, salah satu contohnya adalah keong mas dari golongan mollusca. Berdasarkan beberapa sumber penelitian, golongan mollusca  yang berada di daerah laut merupakan sumber yang tidak dimanfaatkan dan dapat digunakan untuk mencari kandungan baru sebagai antimikroba. Bertolak dari hal tersebut maka dapat dilihat bahwa  salah satu hama penting di padi yaitu keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan bagian dari filum mollusca yang sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Mengingat bahwa P. canaliculata merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi yang sangat merusak maka hal tersebut dapat menjadi salah satu keuntungan yaitu hama tersebut tidak akan menyandang status hama kembali melainkan akan menyandang status sebagai bahan baku antimikroba yang digunakan pada tanaman padi juga. Hal tersebut menjadi suatu inovasi tersendiri di bidang pengendalian penyakit hawar daun bakteri karena selain dapat mengendalikan penyakit, hama penting keong mas dapat terkendalikan. Chitosan dan Antimicrobial Peptides (AMPs) didapatkan dengan cara melakukan ekstraksi dari keong mas dengan teknik yang berbeda. Tiap perlakuan chitosan dan AMPs pada tiap konsentrasi menunjukkan tingkat penghambatan yang berbeda. Penghambatan tertinggi terlihat pada perlakuan AMPs dengan konsentrasi 1%. Tercatat bahwa peningkatan konsentrasi berbanding terbalik terhadap daya hambat di setiap perlakuan. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah perlakuan chitosan dan AMPs memiliki potensi yang sangat baik sebagai antibakteri ramah lingkungan dengan bahan baku melimpah yang ditunjukkan oleh perlakuan terbaik yaitu AMPs 1%. Semakin banyaknya penelitian baru terkait antibakteri ramah lingkungan akan menjadi titik balik dalam dunia pengembangan antimikroba.                                                                                                      


Keywords


antimikroba; keong mas, mollusca, ramah lingkungan, resistensi

References


Agrios, G. N. (2005). Plant Pathology. 5th ed. London: Elsevier Academic Press.

Ahmed, S., Ahmad, M., & Ikram, S. (2014). Chitosan: a natural antimicrobial agent-a review. J Journal of Applicable Chemistry, 3(2), 493-503.

Ambarwati. (2007). Efektivitas Zat Antibakteri Biji Mimba (Azadirachta indica) ntuk Menghambat Pertumbuhan Salmonella thyposa dan Staphylococcus aureus. Biodiversitas, 8(3), 320-325. doi:10.13057/biodiv/d080415

Azam Baihaqi, M. (2017). Pembuatan dan Uji Potensi Kitosan Cangkang Rajungan Sebagai Bahan Pelindung Buah Cabai Merah (Capsicum annum L.) dari Serangan Penyakit Antraknosa. (Skripsi), Universitas Jember, Jember.

Chellaram, C., Gnanambal, K. M. E., & Edward, J. K. P. (2004). Antibacterial Activity of The Winged Oyter Pteria chinensis (Pterioida: Pteridae). Indian Journal of Marine Sciences, 33(4), 369-372.

Chung, C.-R., Jhong, J.-H., Wang, Z., Chen, S., Wan, Y., Horng, J.-T., & Lee, T.-Y. (2020). Characterization and Identification of Natural Antimicrobial Peptides on Different Organisms. J International Journal of Molecular Sciences, 21(3), 986.

Degiam, Z. D., & Abas, A. T. (2010). Antimicrobial activity of some crude marine Mollusca extracts against some human pathogenic bacteria. Thi-Qar Medical Journal, 4(3), 142-147.

Gabere, M. N., & Noble, W. S. (2017). Empirical comparison of web-based antimicrobial peptide prediction tools. J Bioinformatics, 33(13), 1921-1929.

Haszprunar, G. (2001). Mollusca (Molluscs). In Encyclopedia of Life Sciences. Munich: John Wiley & Sons, Ltd.

Hayes, K., Joshi, R., Thiengo, S., & Cowie, R. (2008). Out of South America: multiple origins of non‐native apple snails in Asia. Diversity and Distributions, 14(4), 701-712.

Huang, K.-Y., Chang, T.-H., Jhong, J.-H., Chi, Y.-H., Li, W.-C., Chan, C.-L., . . . Lee, T.-Y. (2017). Identification of natural antimicrobial peptides from bacteria through metagenomic and metatranscriptomic analysis of high-throughput transcriptome data of Taiwanese oolong teas. J BMC systems biology, 11(7), 131.

Kelman, D., Kuhmaro, A., Loya, Y., Kashman, Y., & Benayahu, Y. (1998). Antimicrobial activity of a Red Sea soft coral, Parerythropodium fulvum fulvum: reproductive and developmental considerations. Marine Ecology Progress Series, 169, 87-95.

Khoirunnisya. (2009). Potensi Bakterisida Senyawa Metabolit Penicillium spp. Terhadap Ralstonia solanacearum Penyebab Penyakit Layu Bakteri Pada Cabai. (Skripsi), Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Khush, G. S., & Jena, K. (2009). Current status and future prospects for research on blast resistance in rice (Oryza sativa L.). In G.-L. Wang & B. Valent (Eds.), Advances in genetics, genomics and control of rice blast disease (pp. 1-10): Springer.

Kumaran, N. S., Bragadeeswaran, S., & Thangaraj, S. (2011). Screening for antimicrobial activities of marine molluscs Thais tissoti (Petit, 1852) and Babylonia spirata (Linnaeus, 1758) against human, fish and biofilm pathogenic microorganisms. African Journal of Microbiology Research, 5(24), 4155-4161.

Mahmoud, M. G., El Kady, E. M., & Asker, M. S. (2019). Chitin, Chitosan and Glucan, Properties and Applications. World Journal of Agriculture and Soil Science, 3(1), 1-19.

Pal, K. K., & McSpadden Gardener, B. (2006). Biological Control of Plant Pathogens. The Plant Health Instructor 2006: 1-25. doi:10.1094/phi-a-2006-1117-02

Raafat, D., & Sahl, H. G. (2009). Chitosan and its antimicrobial potential–a critical literature survey. J Microbial biotechnology, 2(2), 186-201.

Raafat, D., Von Bargen, K., Haas, A., & Sahl, H.-G. (2008). Insights into the Mode of Action of Chitosan as an Antibacterial Compound. J Applied and Environmental Microbiology, 74(12), 3764-3773.

Rabea, E. I., Badawy, M. E.-T., Stevens, C. V., Smagghe, G., & Steurbaut, W. (2003). Chitosan as Antimicrobial Agent: Applications and Mode of Action. J Biomacromolecules, 4(6), 1457-1465.

Salleh, N. H. M., Arbain, D., Daud, M. Z. M., Pilus, N., & Nawi, R. (2012). Distribution and management of Pomacea canaliculata in the Northern Region of Malaysia: Mini Review. Apcbee Procedia, 2, 129-134.

Wahyudi, A. T., Meliah, S., & Nawangsih, A. A. (2011). Xanthomonas oryzae pv. oryzae bakteri penyebab hawar daun pada padi: isolasi, karakterisasi, dan telaah mutagenesis dengan transposon. Makara Journal of Science.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/tjp.v9i2.2186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Irwanto Sucipto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

                

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

TECHNO: Jurnal Penelitian

ISSN 1978-6107 (Print)

ISSN 2580-7129 (Elektronik)

Published by: LPPM Universitas Khairun

Jalan Yusuf Abdurrahman Kampus II Unkhair, Kelurahan Gambesi, 97722 Kecamatan Kota Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara

Email: techno@unkhair.ac.id

URL: http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/Techno

  

Creative Commons License
Techno Jurnal Penelitian is licensed under a
Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.