EVALUASI PERILAKU PEJALAN KAKI DI KAWASAN KAMPUS II UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE
Abstrak
Berdasarkan kenyataan yang ada, Kampus II Gambesi Unkhair telah mengadakan fasilitas pejalan kaki untuk dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jalur pejalan kaki. Kawasan ini merupakan kawasan pendidikan dikarenakan terdapat beberapa bangunan kampus. Pada jalan di lokasi penelitian berpotongan dengan jalan yang bearada di dalamkampus yang sering dilalui oleh mahasiswa maupun masyarakat yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah untukmemperbaiki desain jalur pejalan kaki di kawasan kampus II Unkhair menjadi nyaman, aman, menyenangkan dan menarik bagi pemakainya dan berkebutuhan khusus (difable). Hal itu diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pengurangan jumlah pemakaian kendaraan dan meningkatkan minat masyarakat untuk dapat menggunakan jalur pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan analisis behavior mapping yang digunakan untuk mengetahui perilaku pengguna jalur pejalan kaki di lokasi penelitian sesuai dengan variabel yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain jalur pejalan kaki harus memenuhi empat kriteria yaitu keselamatan yang meliputi ketinggian jalur pejalan kaki dan jalan yang sama, perbaikan material perkerasan jalur pejalan kaki, penambahan lebar jalur pejalan kaki, untuk kriteria kenyamanan yakni meliputi jalur sirkulasi bagi difable, sirkulasi tidak terganggu hambatan samping, terdapat pohon peneduh, penambahan tempat sampah, pengaturan vegetasi, penambahan lebar jalur pejalan kaki. Untuk kondisi menyenangkan yakni dengan adanya keterhubungan guna lahan satu dengan lainnya, kemudahan pergantian transportasi umum.Unduhan
Referensi
Anggriani, Niniek. (2009). Pedestrian Ways
Dalam Perancangan Kota. Yayasan
Humaniora. Klaten.
Haryadi B, Setiawan. (2010). Arsitektur,
Lingkungan dan Perilaku. Gajah Mada
University Press. Yogyakarta.
Iswanto, Danoe. (2006). Pengaruh Elemen-elemen
Pelengkap Jalur Pedestrian Terhadap
Kenyamanan Pejalan Kaki (Studi Kasus:
Penggal Jalan Pandanaran, Dimulai dari
Jalan Randusari Hingga Kawasan Tugu
Muda). Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan
Permukiman. Volume 5 No. 1. Maret 2006.
Jaya, Purnama G.N. (2010). Identifikasi
Permasalahan Pelayanan Fasilitas Pejalan
Kaki Di Pusat Kota Depok (Studi kasus:
Trotoar Jalan Margonda Jaya). Jurnal Tekno
Insentif Kopwil 4, Vol 4 No. 1, Juli 2010.
Lumbantoruan, Frans.D. (2008). Pedestrianisasi
Kawasan Pusat Kota (Studi Kasus: Jalan
Brigjen Katamso Depan Istana Maimoon
Medan). Thesis. Universitas Sumatera
Utara.
Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana
dan Sarana Ruang PejalanKaki di
Perkotaan. 2000. Direktorat Jenderal
Penataan Ruang Nasional. Departemen
Pekerjaan Umum.
Pedoman Perencanaan Jalur Pejalan Kaki Pada
Jalan Umum. No.032/T/BM/1999. 1999.
Lampiran No.10 Keputusan Jenderal Bina
Marga No. 76/KPTS/Db/1999. Departemen
Pekerjaan Umum.
Unterman, Richard. K. (1984). Accomodating the
Pedestrian (Adapting Towns and
Neighborhoods for Walking and Bicycling).
Van Nostrand Reinhold Company. New
York