Nilai-Nilai Payung Geulis Kota Tasikmalaya Dalam Pendidikan Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.33387/cahayapd.v6i1.7223Kata Kunci:
Payung Geulis, Nilai Estetis, Nilai Kultural, Anak Usia DiniAbstrak
Payung geulis bukan hanya merupakan kerajinan tangan yang indah, tetapi juga simbol keberlanjutan budaya Tasikmalaya. Penulis mendiskusikan asal usul, bentuk, dan nilai-nilai kultural dan estetika payung geulis serta menjelaskan bagaimana payung geulis dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan anak usia dini. Payung geulis adalah kerajinan khas Kota Tasikmalaya yang memiliki makna mendalam sebagai simbol perlindungan, kebersamaan, dan kesetiaan. Proses pembuatan payung geulis melibatkan tradisi turun temurun di masyarakat Tasikmalaya. Motif dan struktur payung geulis mengandung nilai estetika yang khas, menciptakan peluang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan motorik halus anak. Penggunaan payung geulis sebagai alat pembelajaran memiliki potensi besar untuk mengenalkan kearifan lokal kepada generasi mendatang. Integrasi payung geulis ke dalam pendidikan anak usia dini dapat memperkuat rasa identitas budaya kepada anak dan memperkaya pengalaman pembelajarannya.
Referensi
Apriliani, I. D., Husen, W. R., & Apriani, A. (2019). Analisis Motif Payung Geulis Karya Utama Di Panyingkiran Indihiang Kota Tasikmalaya. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 2(1), 6–12.
Darusman, Y. (2016). Kearifan Lokal Kerajinan Bordir Tasikmalaya Sebagai Ekonomi Kreatif Terbuka Untuk Modern (Studi Di Kota Tasikmalaya Jawa Barat). Journal of Nonformal Education, 2(2), 107–119.
Darusman, Y., Mumu, M., Mustakim, M., & Herwina, W. (2019). Model Pewarisan Budaya Melalui Pendidikan Informal (Pendidikan Tradisional) Pada Masyarakat Pengrajin Kayu. WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan, 3(1), 95–108.
Heryana, H. (2022). Payung Geulis: Ikon Tasikmalaya (Merawat Harapan, Menjaga Budaya). Perpusnas Press.
Laelatul, L. (2023). Sejarah Payung Geulis, Maskot Tasikmalaya. Gentra Priangan.
Lestariningrum, A., & Wijaya, I. P. (2019). Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal Di TK Negeri Pembina Kota Kediri. PAUDIA: Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 66–73. https://doi.org/10.26877/paudia.v8i2.4755
Mahanum, M. (2021). Tinjauan Kepustakaan. ALACRITY: Journal of Education, 1 (2), 1 - 12.
Mulyani, Y. S. (2019). Tasikmalaya Oktober Festival Sebagai Pembuktian Destinasi Wisata Industri Kreatif Dalam Memasarkan Produk Unggulan Ke Mancanegara. Jurnal Khasanah Ilmu, 9(2), 41–49.
Paridah Sundari, S., Heryani, A., & Tinggi Ilmu Administrasi YPPT Tasikmalaya, S. (2023). Efektivitas Program Pelestarian Payung Geulis Di Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tasikmalaya. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 10(1), 16–24. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/dinamika/article/view/9175
Rahmadani, N. K. A., Tasuah, N., AEN, R. A., Alianda, D., & Cahyaningrum, D. E. (2023). Implementasi Pengenalan Budaya Lokal Di Sentra Seni Pada Anak Usia 4-6 Tahun. 7(5), 5359–5368. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.4272
Rahman, S. A., Sundhari, R., & Ramanda, R. (2023). Eksplorasi Payung Geulis Tasikmalaya Dengan Konsep Etnomatematika Berbantuan Aplikasi Geogebra. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 889–904. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1829
Sofyan, A. N., Sofi, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2018). Kerajinan Payung Geulis Sebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya. Jurnal Panggung, 28(4), 387–402.
Sofyan, A. N., Sofianto, K., Sutirman, M., & Suganda, D. (2018). Kerajinan Payung Geulis Sebagai Kearifan Lokal Tasikmalaya. Panggung, 28(4). https://doi.org/10.26742/panggung.v28i4.708
Yusuf, W., & Rahmat, A. (2020). Model Pengembangan Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Budaya Lokal Di Tk Negeri Pembina Telaga Kabupaten Gorontalo. Prosiding Webinar Magister Pendidikan Nonformal UNG, September, 61–70.
Zaman, F. K. N., & Wulandari. (2022). The Influence Of Chinese Aesthetics On Payung Geulis Tasikmalaya Kamboja Florals. Cultural Arts International Journal, 2(2), 1–15.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
COPYRIGHT NOTICE
Cahaya Paud is an Open Access Journal. The authors who publish the manuscript in this journal agree to the following terms:
Cahaya Paud is licensed under a Lisensi Creative Common Atribusi 4.0 International. This permits anyone to:
- Share - copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt - remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution- You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- No additional restrictions - You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.






