NILAI KEIMANAN DALAM SASTRA SUFISTIK TERNATE: SUATU KAJIAN KETASAWUFAN
Sari
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Hanif, N. (2000). Biographical Encyclopaedia of Sufis South Asia. Sarup & Sons: New Delhi.
Asosiasi Tradisi Lisan Maluku Utara. (2016). Tradisi Lisan. Badan Kearsipan Provinsi Maluku Utara. Ternate.
Badan Standar Nasional Pendidikan. (2009). Instrumen Penilaian Buku Teks. Jakarta: BSNP.
Bogdan, R.C. &Biglen, K.. (1990). Riset Kualitatif untuk Pendidikan ke Teori dan Metode. Alih Bahasa Munandir. Jakarta: Depertemen Pendidikan dan Kebuadayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Pusat Fasilitas Bersama Antar Universitas/IUC (Bank Dunia xvii). Grafiti Pres.
Dansie A & Taib R. (2008). Sejarah, Kebudayaan & Pembangunan Perdamaian Maluku Utara. Lembaga Kebudayaan Rakyat Maluku Utara: Ternate.
Ellis, Red. (1997). The Emprical Evaluation of Language Teaching Materials, dalam ELT Journal Vol. 51/1.
Hadi, A. W.M. (1999). Kemabali ke akar kemabali ke sumber: esai-esai sastra profetik dan sufistik. Jakarta: Pustuk Firdaus.
Hadi, A. W.M.(2001). Tasawuf yang Tertindas, Kajian Hermeneutika terhadap karya-karya Hamzah Fansuri. Jakarta : Pramadina.
Hutomo, S. H. (1991). Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Sastra Lisan. Surabaya: HISKI Jawa Timur.
Mulyana Rohmat, (2004). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.
Pradotokusumo, P. S. (2005). Pengkajian Sastra. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Pundentia. (2010). The Revitalization of Makyong in the Malay Word. Jurnal Wacana Vol. 12 No. 1 April 2010. (hlm. 1-19) Jakarta: Universitas Indonesia.
Rafiek, M. (2013). Pengkajian Sastra ‘Kajian Praktis’. Bandung: Rafika Aditama.
Richards, J & Rogers. T. (2009). Approuches and Methodes in Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press.
Schimmel, A. (1997). Islam & World Peace; Explanation of A Sufi, alih bahasa Su’aidi Asy’ari. Bandung: Pustaka hidayah.
Sibarani, R. (2013). Revitalisasi Foklor sebagai sumber kearifan lokal. Dalam Suwardi Endaswara dkk (penyunting), Prosiding folklore and folklife dalam kehidupan dunia modern. (hlm.127-137. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Siswanto, Wahyudi. (2008). Pengantar Teori Sastra. Bandung: Grasindo.
Soenarji, Drs. M dan Drs. Cholisin. (1989). Konsep Dasar Pendidikan Moral Pancasila. Yogyakarta: Laboratorium Jurusan Pendidikan Moral Pancasila dan Kewargaan Negara.
Soetarno, H. (2008). Peristiwa Sastra Melayu Lama. Surakarta:PT. Widya Duta Grafika.
Sudardi, B. (2001). Sastra Sufistik: Internalisasi Ajaran-ajaran Sufi dalam Sastra Indonesia. Solo:Pustaka Mandiri.
Sujarwoko. (2015). Citraan Sufistik Maut dan Islam dalam Puisi Indonesia. Jurnal: Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya - LETERA. 14 (2), hlm.239-249.
Sumardjo, J. &Saini, K.M. (1988). APRESIASI Kesusatraan. Jakarta: Gramedia.
Waluyo, Herman J. (2010). Apresiasi Puisi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Wellek, R. & Austin, W. (1989). Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia
DOI: https://doi.org/10.33387/j.cakra.v14i2.11390
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
printed ISSN (p-ISSN): 2089-6115





