Efektivitas Pengawetan dengan Terusi (CuSO4) terhadap Peningkatan Kelas Awet Tiga Jenis Kayu Lokal Maluku Utara
DOI:
https://doi.org/10.33387/cannarium.v24i1.12033Abstrak
Kayu marfala (Lagerstroemia speciosa), matoa (Pometia pinnata), dan gosale (Syzygium malaccense) merupakan jenis kayu komersial lokal yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan furnitur di Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawetan menggunakan tembaga sulfat (CuSO4) atau terusi dengan konsentrasi 5% terhadap peningkatan daya tahan ketiga jenis kayu tersebut dari serangan rayap tanah. Sampel kayu berukuran 30 cm × 2 cm × 2 cm diperoleh dari sawmill di Kelurahan Ngade, Ternate Selatan. Metode pengawetan dilakukan melalui perendaman dingin dalam larutan terusi 5% selama 24 jam di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Khairun. Pengujian ketahanan terhadap rayap dilakukan menggunakan metode uji kubur sedalam 20 cm selama 12 minggu di lahan perkebunan Gamayou, Kota Ternate, dengan mengacu pada standar SNI 01-7207-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawetan dengan terusi secara signifikan menurunkan rata-rata kehilangan berat pada semua jenis kayu. Persentase kehilangan berat pada kayu tanpa pengawet dibandingkan dengan kayu yang diawetkan berturut-turut adalah: marfala (3,90% menjadi 0,86%), matoa (13,99% menjadi 3,83%), dan gosale (12,12% menjadi 3,23%). Penurunan kehilangan berat ini diikuti dengan peningkatan kelas awet, di mana kayu matoa meningkat dari kelas IV ke kelas II, kayu gosale dari kelas IV ke kelas I, dan kayu marfala dari kelas II meningkat menjadi kelas I. Pengawetan menggunakan terusi 5% terbukti efektif meningkatkan ketahanan fisis dan kelas awet ketiga jenis kayu lokal tersebut dari serangan rayap tanah.
Kata kunci: Kelas awet, pengawetan kayu, terusi (CuSO4), rayap tanah, Ternate
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Cannarium

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Submission of an original manuscript to the journal will be taken to mean that represent original work, not previously published
