Evaluasi Sensitivitas Ambang dan Separabilitas Spektral Indeks dMIRBI untuk Pemetaan Area Terbakar di Savana Pegunungan Tropis

Penulis

  • Andrie Ridzki Prasetyo Universitas Mataram
  • Niechi Valentino Universitas Mataram
  • Rato Firdaus Silamon Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.33387/cannarium.v24i1.12044

Abstrak

Mid-Infrared Burn Index (MIRBI) dirancang untuk ekosistem savana, namun karakter sensitivitas ambang dan separabilitas spektralnya pada savana pegunungan tropis Indonesia masih jarang dilaporkan. Penelitian ini mengevaluasi MIRBI pada peristiwa kebakaran Bukit Anak Dara (Sembalun, Lombok Timur, 31 Agustus – 2 September 2024) menggunakan citra Landsat 8 OLI–TIRS Level-2 SR pra-kebakaran (Agustus 2024) dan pasca-kebakaran (September 2024). Citra selisih dMIRBI diuji pada sembilan ambang (7.000–25.000) dan dievaluasi terhadap poligon kontrol 319,61 Ha hasil interpretasi visual citra Sentinel-2A (13 September 2024) dengan recall, precision, F1, IoU, kappa, dan overall accuracy. Statistik separabilitas spektral, analisis ROC, ambang Otsu otomatis, dan interval kepercayaan bootstrap memperkuat evaluasi. Distribusi dMIRBI antara kelas terbakar dan tidak-terbakar sangat terpisah (JM = 1,759; M-statistic = 2,176; AUC = 0,9960). Ambang empiris dMIRBI ≥ 15.000 menghasilkan luas 318,87 Ha (selisih 0,74 Ha atau 0,2% dari kontrol) dengan F1 = 0,937 (95% CI [0,930; 0,942]), IoU = 0,881, kappa = 0,927, dan OA = 98,4%. Ambang Otsu menghasilkan luas 281,61 ha, atau 4,4 ha lebih kecil dibandingkan laporan resmi BKPH Rinjani Timur. Hanya 52,2% titik panas SiPongi+/FIRMS berada di dalam poligon kontrol, menegaskan komplementaritas titik panas dan indeks spektral.

Kata kunci: dMIRBI, Landsat, Otsu, Pemetaan Area Terbakar, Keterpisahan Spektral.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-06-24

Terbitan

Bagian

Articles