Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan di Kelurahan Tabona Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.33387/cannarium.v24i1.12463Abstrak
Akses pengelolaan hutan di dalam Kawasan oleh Masyarakat mengalami penguatan dengan dilegalkannya suatu kebijakan yang bernama perhutanan sosial. Data menunjukkan bahwa capaian program perhutanan sosial hingga tahun 2025 yakni mencapai 8,3 juta atau sekitar 54% dari target Nasional yakni senilai 15,3 juta hektar. Akan tetapi dibalik capaian program tersebut masih terdapat sejumlah tantangan dilapangan seperti keterbatasan kapasitas kelompok penerima, hambatan birokrasi, hingga lemahnya pendampingan pasca persetujuan. Tujuan penelitian ini yakni ingin mengetahui tingkat pemahaman, partisipasi, serta kelembagaan dan dukungan pasca penetapan areal wilayah perhutanan sosial di kelurahan Tabona. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methode yakni pengkombinasian metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek penelitiannya menggunakan Teknik provosive sampling. Analisinya data dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menujukan bahwa Tingkat pengetahuan Masyarakat terhadap program perhutanan sosial tergolong baik, berkisar anatra 73,3 – 93,3% pada seluruh indikator yang diukur. Partisipasi masyarkat menujukkan capaian yang cukup baik dengan persentase keterlibatan pada Sebagian indikator diatas 73%. Presepsi Masyarakat terhadap manfaat program perhutanan sosial secara keseluruhan berada pada kategori setuju dengan nilai rata-rata skor 34,2%. Kelembagaan menujukan kuatnya sistem internal berbasis adat sebesar 73,3%.
Kata kunci:Partisipasi, perhutanan sosial, persepsi, kelembagaan Kelurahan Tabona
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Submission of an original manuscript to the journal will be taken to mean that represent original work, not previously published




