Keanekaragaman Hayati Flora Habitat Kakatua putih pada Taman Nasional Ake Tajawe Lolobata Propinsi Maluku Utara

asiah salatalohy, Zulrohman Duwila, Nurhikmah Nurhikmah

Sari


Badan Konservasi Dunia, IUCN, telah mengategorikan Kakatua putih sebagai jenis terancam punah dengan status Genting (EN) disamping itu tingkat perdagangan jenis ini lebih tinggi dibandingkan jenis kakatua lainnya.Upaya pelestaraian burung Paruh bengkok termasuk Kakatua Putih secara umum telah dilakukan oleh Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) Maluku Utara yang berada di tiga kabupaten, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah dan Halmahera Timur melalui pembuatan suaka paruh bengkok tahun 2019. Namun untuk menunjang usaha pelestarian ini sangat diperlukan data keanekaragaman jenis vegetasi yang secara langsung dapat menghadirkan satwa burung baik sebagai tempat mencari makan, tempat tinggal maupun berkembang biak. Untuk mengetahui kondisi dan kearagaman vegetasi pada habitat kakatua putih dilakukan analisis vegetasi. Pengambilan sampel menggunakan metode Systematic Purposive sampling with random start pada lokasi SPTN Wilayah I Resort Tayawi. Pada lokasi studi terdapat 25 jenis vegetasi tingkat pohon, tiang adan pancang dan semai sebanyak 26 jenis pohon. Jenis dominan dan kodominan penyusun lanskap habitat ekowisata kakatua putih tersebar secara merata yang menunjukkan adanya persaingan dalam mendapatkan hara dan ruang. Tingkat keanekaragaman vegetasi berada pada kisaran sedang sampai tinggi yaitu semai(3,101), pancang(3,031), tiang (2,895) dan pohon (3,195). Ini menunjukkan bahwa ekosistem stabil dan berguna bagi pelestarian burung Kakatua Putih.  


Kata Kunci


biodiversity, habitat, white cockatoo

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kusmana, C. 1997. Metode Survey Vegetasi. Bogor: Penerbit Institut Pertanian Bogor.

Irawan, 2010. Analisis Habitat Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallaceii) Di Taman Nasional Aketajawe Lolobata Provinsi Maluku Utara.[Skripsi]. Fakultas Kehutanan Universitas WinayaMukti. Jatinangor

Sadili. A, 2012. Kajian Struktur Tegakan Vegetasi dan Komposisi Jenis Tumbuhan pada habitat Jenis Burung Paruh Bengkok (Psittacidae) di Pulau Alor Nusa Tenggara Timur.

Tim Penyusun RPK-TNAL [Rencana Pelaksanaan Kegiatan-Taman Nasional Aketajawe Lolobata]. 2017. Monitoring paruh bengkok pada wilayah SPTN I Weda, SPTN II Maba, dan SPTN III Subaim Taman Nasional Aketajawe-Lolobata. Sofifi..

Tim penyusun TNAL [Taman Nasional Aketajawe Lolobata] 2017. Laporan Kajian Populasi Kakatua Putih (Cacatua alba) Pada Site Monitoring Woka Jaya Wilayah SPTN III Subaim. Sofifi.

Soerianegara, I, & A. Indrawan. 1978. Ekologi Hutan Indonesia. Laboraturum Ekologi Hutan. Fakultas Kehutanan. Intitut Pertanian Bogor. Hlm. 28, 136. Bogor.

____. 1998. Ekologi Hutan Indonesia. Laboraturum Ekologi Hutan. Fakultas Kehutanan. Intitut Pertanian Bogor. Bogor.

.

Yohanna, Mas’ud B dan Mardiastuti,A, 2014. Tingkat Kesejahteraan dan Status Kesiapan Owa Jawa Di Pusat Penyelamatan Dan Rehabilitasi Satwa Untuk Dilepasliarkan. Sekolah Pascasarjana IPB Kampus Dramaga.Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



Cannarium

Faculty of Agriculture, Universitas Khairun

Jl. Jusuf Abdurahman, Gambesi

Ternate, North Maluku

Indonesia

E-mail : cannarium@unkhair.ac.id or cannarium.unhkair@gmail.com