Keanekaragaman Hayati Serangga Pada Lahan Pertanian Cabai Organik dan Konvensional di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara

Betty Kadir Lahati, Helda Sabban, Fatmawati Kaddas, Firlawanti Lestari Baguna

Sari


Keanekaragaman juga menjadi indicator kestabilan ekosistem dalam suatu sistem pertanian sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan keanekaragaman hayati serangga  serta nilai dominansinya pada lahan pertanian organik dan konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Ternate Propinsi Maluku Utara pada Bulan Juni - September 2019. Penelitian menggunakan metode survey pada luas lahan masing-masing 2500m² dengan ketinggian tempat ± 30 mdpl pada umur tanaman 7 - 35 HST. Identifikasi serangga dilakukkan di laboratorium Bioteknologi Universitas Khairun Ternate. Pengambilan sampel serangga dilakukkan sebanyak 5 kali pada interval waktu 1 minggu dengan menggunakan perangkap sweep net (serangga yang menempel pada tanaman),  Pitfall trap (serangga dipermukaan tanah) dan Sticky trap atau  yellow trap (prefensi serangga) pada 3 titik (atas, tengah, bawah) di tiap lahan pengamatan. Hasil analisa terhadap kelimpahan di lahan konvensional tinggi dengan nilai dominasi tinggi namun indeks keanekaragaman hayati serangga yang rendah 0.94% (Rendah). dominansi spesies serangga pada lahan pertanian konvensional terjadi pada spesies dari family Thripidae genus Thrips sp, serangga ini merupakan spesies yang berstatus hama. Keanekaragaman hayati serangga tertinggi dilahan pertanian organik 2.68% (sedang) dengan jumlah kelimpahan serangga yang rendah yang memiliki nilai dominansi serangga yang rendah pula hal ini disebabkan oleh penggunaan Trichoderma sp. berfungsi sebagai pupuk organik juga sebagai biodekomposer dan pengendali hama tanaman pertanian.  Pada saat pengamatan ditemukan beberapa spesies dari musuh alami yang ditemukan yakni dari family Formicidae, Mantidae, Coccinellidae, Braconidae,Aphelinidae, Lycosidae. Musuh alami yang ditemukan berfungsi sebagai predator dan parasitoid yang dapat membunuh serangga hama. Musuh alami ditemukan pada  pengamatan ke 1 - 5. Olehnya itu serangga dilokasi ini tidak terjadi peningkatan serangga pada satu spesimen serangga herbivore. Penanaman tanaman yang lain selain tanaman utama di lahan cabai organik dapat menyediakan sumber makanan bagi serangga sehingga tercipta suatu rantai makanan yang baik dalam suatu ekosistem yang berkelanjutan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Altieri, M. A. (1999). The ecological role of biodiversity in agroecosystems. Agriculture, Ecosystems and Environment, 74(1–3). https://doi.org/10.1016/S0167-8809(99)00028-6

Altieri, M. A., & Nichols, C. I. (2004). Biodiversity and Pest Management in Agroecosystems (Second Edi). Food Products Press. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=gQI0PCnnbI8C&oi=fnd&pg=PP15&dq=Biodiversity+and+Pest+Management+in+Agroecosystem.+2nd+Edition.+Haworth+Press+Inc.&ots=tFv1vsH0ee&sig=Y98qIr9xGqr1440M5f1wSpHMOAo&redir_esc=y#v=onepage&q=Biodiversity and Pest Ma

Amalin, D. M., Peña, J. E., Duncan, R., Leavengood, J., & Koptur, S. (2009). Effects of Pesticides on the Arthropod Community in the Agricultural Areas near the Everglades National Park. Proceedings of the Annual Meeting of the Florida State Horticultural Society, 429–437. https://pubag.nal.usda.gov/catalog/41568

Borror, D. ., Triplehorn, C. ., & Johnson, N. . (1989). An Introduction to the Study of Insects. Saunders College Publishing. https://www.cabdirect.org/cabdirect/abstract/19911158798

Driesche, R. Van, Center, T. ., & Hoddle, M. (2008). Control of Pests and Weeds by Natural Enemies: An Introduction to Biological Control. https://www.researchgate.net/publication/309042611_Control_of_Pests_and_Weeds_by_Natural_Enemies_An_Introduction_to_Biological_Control

Gerling, D., Alomar, Ò., & Arnó, J. (2001). Biological control of Bemisia tabaci using predators and parasitoids. In Crop Protection (Vol. 20, Issue 9). https://doi.org/10.1016/S0261-2194(01)00111-9

Kim, K. C., & Byrne, L. B. (2006). Biodiversity loss and the taxonomic bottleneck: Emerging biodiversity science. In Ecological Research (Vol. 21, Issue 6). https://doi.org/10.1007/s11284-006-0035-7

Stork, N. E. (1993). How many species are there? Biodiversity & Conservation, 2(3), 215–232. https://doi.org/10.1007/BF00056669

Vandermeer, J., & Perfecto, I. (1995). Breakfast of Biodiversity : The Truth about Rain Forest Destruction (M. Z. Jody (ed.)). The Institute dor Food and Development Policy.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##



Cannarium

Faculty of Agriculture, Universitas Khairun

Jl. Jusuf Abdurahman, Gambesi

Ternate, North Maluku

Indonesia

E-mail : cannarium@unkhair.ac.id or cannarium.unhkair@gmail.com