EFEKTIVITAS AREAL NILAI KONSERVASI TINGGI DALAM MENDUKUNG KEANEKARAGAMAN HAYATI DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PROVINSI RIAU
DOI:
https://doi.org/10.33387/cannarium.v21i1.6326Abstrak
Perkebunan kelapa sawit sering dianggap menurunkan keanekaragaman hayati, baik tumbuhan maupun satwaliar. Hal ini mendorong setiap perusahaan perkebunan kelapa sawit memiliki areal NKT (Nilai Konservasi Tinggi) sebagai upaya dalam meningkatkan keanekaragaman hayati. Penelitian mengenai pengelolaan areal NKT sudah cukup banyak namun belum ada kesimpulan akhir terkait efektifitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa efektifitas areal NKT dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati di areal perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau. Metode yang digunakan yaitu studi literatur dari berbagai sumber yang relevan. Hasil pustaka menunjukkan bahwa beberapa areal NKT ada yang berbentuk hutan dan non-hutan. NKT yang non hutan merupakan areal kebun sawit yang sudah dialihfungsikan menjadi areal NKT. Hal ini karena beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit melakukan penanaman terlebih dahulu sebelum adanya peraturan terkait areal NKT. Berdasarkan hasil pustaka juga diketahui bahwa areal NKT yang berhutan memiliki keragaman burung dan mamalia lebih tinggi dibandingkan dengan areal kebun sawit. Keragaman kupu-kupu setiap tutupan lahan juga berbeda, namun secara keseluruhan lebih banyak ditemukan di areal NKT. Kesimpulan yang dapat diambil adalah areal NKT sangat dibutuhkan di perkebunan kelapa sawit sebagai areal yang dapat mensuplay kebutuhan pakan, tempat bersarang, tempat berlindung, dan mencari makan di areal NKT yang memiliki keragaman vegetasi. Namun beberapa areal NKT yang non-hutan belum mampu meningkatkan keragaman satwaliar, terutama mamalia dan burung.Referensi
Alikodra, H.S. (2002). Pengelolaan Satwaliar Jilid 1. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan IPB.
Azhar, B., Lindenmayer, D., Wood, J., Fischer, J., Manning, A., McElhinny, C., Zakaria, M. (2013). Contribution of illegal hunting, culling of pest species, road accidents and feral dogs to biodiversity loss in established oil-palm landscapes. Wildlife Research 40 : 1-9
Cramer, M.J., Willig, M.R. (2002). Habitat heterogeneity, species diversity and null models. OIKOS 108: 209-218.
Danielsen, F., Beukema, H., Burgess, N.D., Parish, F., Bru¨hl, C.A., Donald, P.F., Murdiyarso, D., Phalan, B., Reijnders, L., Struebig, M., Fitzherbert, E.B. 2009. Biofuel plantations on forested lands: double jeopardy for biodiversity and climate. Conserv Biol 23:348–358.
Dewi, R.S., Mulyani, Y.A., Yanto, S. (2007). Keanekaragaman jenis burung di beberapa tipe habitat Taman Nasional Gunung Ciremai. Media Konserv.12(3):114-118
Donald, P.F. (2004). Biodiversity impacts of some agricultural commodity production systems. Conservation Biology 18:17–38.
Fitzherbert, E.B., Matthew, J., Struebig, A., Morel, Danielsen, F., Carsten, A., Brvhl, Paul, F., Donald, Phalan, B. (2008). How will oil palm expansion affect biodiversity?. Trends in Ecology and Evolution 23 (10): 538–545
[HCV-RIWG] High Conservation Value-Roundtable on Sustainable Palm Oil Indonesian Working Group. (2009). Panduan Pengelolaan dan Pemantauan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) untuk Produksi Minyak kelapa sawit Berkelanjutan di Indonesia. Tersedia pada https://www.toolsfortransformation.net/indonesia/wp-content/uploads/2017/05/HCV-RSPOdocument.pdf
Kartono, A.P. (2015). Keragaman dan kelimpahan mamalia di perkebunan sawit PT Sukses Tani Nusasubur Kalimantan Timur. Media konservasi 20(2):85-92.
Koh, L.P., Wilcove, D. (2009). Is oil palm agriculture really destroying tropical biodiversity?. Conservation Letters 1 (2):60–64
Lien, V.V. (2015). Diversity of butterfly communities in different habitats in limestone tropical rain forest of Vietnam. Russian Entomological Journal 24(3):247-256
Masyithoh, G. (2017). Perbandingan Keanekaragaman Jenis Mamalia Dan Burung Antara Perkebunan Sawit Besar Dengan Kebun Sawit Swadaya. Thesis. Fakultas Kehutanan, IPB.
Meijaard, E., Sheil, D., Nasi, R., Augeri, D., Rosenbaum, B., Iskandar, D., Setyawati, T., Lammertink, M., Rachmatika, I., Wong, A., Soehartono, T., Stanley, S., Gunawan, T., O’Brien, T. (2006). Hutan Pasca Pemanenan : Melindungi Satwaliar dalam Kegiatan Hutan Produksi di Kalimantan. Jakarta : CIFOR
Murdiyarso, D., Dewi, S., Lawrence, D., Seymour, F. (2011). Moratorium Hutan Indonesia:Batu Loncatan untu Memperbaiki Tata Kelola Hutan?. Bogor : CIFOR.
Mustaghfirin. (2012). Dampak ekonomi pengelolaan high conservation value area (NKTA) di perkebunan kelapa sawit (Studi kasus PT Inti Indosari Subur Kebun Buatan, Provinsi Riau) Thesis : Institut Pertanian Bogor
Nahlunnisa, H., Zuhud, E.A.M., Santosa Y. (2022). Prospek Konservasi Tumbuhan Di Areal Nilai Konservasi Tinggi Perkebunan Kelapa Sawit Riau. Ulin- J Hut Trop 6 (1) : 68-79
Nurjannah, S., Zuhud E.A.M., Sunkar A. (2016). Peran Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi Bagi Pelestarian Keanekaragaman Hayatidi Perkebunan Kelapa Sawit Provinsi Riau. Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan. 3 (1), : 68-77
Nurjannah, S. (2017). Manfaat Areal Nilai Konservasi Tinggi (NKT) Terhadap Konservasi Keanekaragaman Hayati Di Perkebunan Sawit Besar Provinsi Riau. Thesis. Fakultas Kehutanan, IPB.
Permana, M.F. (2016). Keanekaragaman jenis burung pada beberapa tipe habitat di Hutan Lambusango, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor
Rahayu, S.E., Adi, B. (2012). Kelimpahan dan keanekaragaman species kupu-kupu (lepidoptera: rhopalocera) pada berbagai tipe habitat di hutan kota Muhammad Sabki Kota Jambi. Jurnal Biospecies 5 (2): 40–48.
Rizal S. (2007). Populasi Kupu-kupu di Kawasan Cagar Alam Rimbo Panti dan Kawasan Wisata Lubuk Minturun Sumatera. Mandiri 9 (3):177–184
Santosa, Y., Sunkar, A., Permatasari, I., Yohanna. (2016). Sejarah Status, Riwayat Penggunaan Lahan, dan Keanekaragaman Hayati Kebun Kelapa Sawit di Provinsi Riau. Bogor : IPB Press
Santosa, Y., Ramadhan, E.P., Rahman, D.A. (2008). Studi keanekaragaman mamalia pada beberapa habitat di Stasiun Penelitian Pondok Ambung Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah. Media Konservasi 13(3):1-7.
Santosa, Y., Perdana, A. (2017). Peranan kawasan Nilai Konservasi Tinggi dalam pelestarian keanekaragaman jenis mamalia di perkebunan kelapa sawit: Studi kasus Provinsi Riau. PROS SEM NAS MASY BIODIV INDON 3(1) : 81 – 87.
Sechan, A.P. (2018). Dampak Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Keanekaragaman Jenis Kupu-Kupu Di Kebun Kjnp, Provinsi Riau. Skripsi. IPB
Sodhi, N.S., Koh, L.P., Clements, R., Wanger, T.C., Hill, J.K., Hamer, K.C., Clough, Y., Tsxharntke, T., Posa, M.R.C., Lee, T.M. (2010). Conserving southeast asian forest biodiversity in human-modified landscapes. Bio Conserv 143:2375-2384
Suryanto H. 2014. Fenologi beberapa jenis pakan kupu-kupu di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Info Teknis EBONI 11(2): 117 – 127
Utami, C.Y. (2018). Pendugaan Kehilangan Dan Perolehan Keanekaragaman Jenis Burung Sebagai Akibat Perkebunan Kelapa Sawit: Studi Kasus Di Kebun Kjnp, Provinsi Riau.
Utari, W.D. (2000). Keanekaragaman jenis burung pada beberapa tipe habitat di areal hutan tanaman industri di PT Riau Andalan Pulp dan Paper dan perkebunan kelapa sawit PT Duta Palma Nusantara Group Propinsi Dati I Riau [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor
Yoza, D. (2000). Dampak perkebunan kelapa sawit terhadap keanekaragaman jenis burung di areal perkebunan PT. Ramajaya Pramukti , Kabupaten DATI II Kampar Provinsi DATI I Riau [skripsi]. Bogor : Institut Pertanian Bogor