Kandungan NPK Kulit Kopi dan Serbuk Kayu Terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram dan Efek Sisa Kompos Baglog

Penulis

  • Nirwana Ulandari Ilmu Tanah - Universitas Bengkulu
  • M Faiz Barchia Universitas Bengkulu
  • Priyono Prawito Universitas Bengkulu
  • Elsa Lolita Putri Universitas Bengkulu
  • Zainal Muktamar Universitas Bengkulu
  • Maulana Insanul Kamil Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.33387/cannarium.v23i2.10395

Kata Kunci:

Jamur Tiram, Kulit Kopi, Serbuk Kayu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh campuran kulit kopi dan serbuk kayu sebagai media tanam terhadap pertumbuhan, produktivitas jamur tiram (Pleurotus ostreatus) dan kandungan unsur hara makro baglog. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan komposisi media (P1: 100% kulit kopi, P2: 75% kulit kopi + 25% serbuk kayu, P3: 50% kulit kopi + 50% serbuk kayu, P4: 25% kulit kopi + 75% serbuk kayu, P5: 100% serbuk kayu) dan masing-masing di ulang tiga kali. Variabel yang diamati meliputi kandungan C-organik, N-total, Rasio C/N, P-total, K-total awal dan akhir media, lebar dan tebal tudung, panjang tangkai, berat jamur, jumlah jamur per rumpun, berat jamur+baglog, berat baglog pasca panen dan nilai REB. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perbedaan komposisi media berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Perlakuan P3 menghasilkan jumlah jamur per rumpun dan nilai REB tertinggi (98,58%), sedangkan P5 memberikan bobot panen terbesar (121,33 g) dan lebar tudung terbesar. Kombinasi kulit kopi dan serbuk kayu pada perbandingan 50:50 menghasilkan keseimbangan rasio C/N dan ketersediaan unsur hara yang mendukung pertumbuhan optimal jamur tiram. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan kulit kopi hingga 50% sebagai media tanam alternatif yang berkelanjutan, sekaligus mengurangi limbah pertanian dan meningkatkan efisiensi produksi jamur tiram.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afief, M. F., Lahay, R. R., dan Siagian, B. (2015). Respon Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Terhadap Berbagai Media Serbuk Kayu dan Pemberian Pupuk NPK. J Agroekoteknologi, 3(4), 1381–1390.

Astuti, H. K., dan Kuswytasari, N. (2013). Efektifitas pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dengan variasi media kayu sengon (Paraserianthes falcataria) dan sabut kelapa (Cocos nucifera). J Sains dan Seni Pomits, 2(2), 144–148.

Dasa, K., dan Hamzah, A., (2011). Pemanfaatan Bagas Sebagai Campuran Media Pertumbuhan Jamur Tiram Putih. Buana Sains, 11(2), 195–201.

Djuariah, D. (2016). Uji Daya Hasil Dan Kualitas Hasil Tiga Belas Species Jamur Shiitake (Lentinus edodes (Berk) Sing) Di Dataran Tinggi, Jawa Barat. Agrijati Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 4(1).

Haryati, B. Z., dan Tandirerung, W. Y. (2017). Pengaruh Komposisi Media terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). J Agrosain. 38(1). 38-46.

Hendritomo. (2013). Biologi Jamur Pangan. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bio Industri. Jakarta: Pusat Pengkajian dan. Penerapan Teknologi Bio Industri

Istiqomah, N., dan Fatimah, S. (2014). Pertumbuhan Dan Hasil Jamur Tiram Pada Berbagai Komposisi Media Tanam. Jurnal Ziraa'ah, 39(5), 95–99.

Karunia. (2016). Analisis Kelayakan Usaha Budidaya Jamur Tiram Di Kota Bengkulu. Jurnal Agritepa, 3(1), 2407–1315.

Melvia. (2017). Pengaruh penggunaan ampas kopi sebagai media tanam terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram. Skripsi. Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin.

Nunung, dan A. (2011). Budidaya JamurTiram, Pembibitan Pemeliharaan dan Pengendalian Hama. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Nurlina, S., Nugrahini, T., Hamidah (2019). The Effect of Bran Composition and Baglog Size on the Production of White Oyster Mushrooms (Pleurotus ostreatus). Jurnal Agrifarm, 8(1), 39–44.

Rahman, J.M., Mulyaningrum, E., Dewi, L., (2014). Perbandingan Media Tanam Kulit Kopi dan Kulit Ari Kedelai Terhadap Waktu Pertumbuhan dan Produktivitas Pleurotus ostreatus. Skripsi. Fakultas Biologi, PGRI Semarang.

Stevani S. (2011). Pengaruh Campuran Media Tanam Serbuk Sabut Kelapa dan Ampas Tahu Terhadap Diameter Tudung dan Berat Basah Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Suriawiria, U. (2011). Budidaya Jamur Shiitake. Jakarta: Penebar Swadaya .

Sutarman. (2014). Keragaan dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pada Media Serbuk Gergaji dan Ampas Tebu Bersuplemen Dedak dan Tepung Jagung. JPPT, 12(3), 163–168.

Wang, D., Sakoda, A., & Suzuki, M. (2001). Biological efficiency and nutritional value of Pleurotus ostreatus cultivated on spent beer grain. Bioresour. technol., 78(3), 293-300.

Widyastuti, N., & Istini, S. (2004). Optimasi proses pengeringan tepung jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 2(1), 1-4.

Diterbitkan

2025-10-15

Terbitan

Bagian

Articles