Gerakan Literasi Matematika dalam Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
DOI:
https://doi.org/10.33387/dpi.v9i2.2293Abstrak
Literasi telah menjadi perbincangan hangat dalam dunia internasional dan menjadi harapan besar dunia.Berbagai pihak gencar melakukan penilaian literasi dan berusaha mencari cara untuk meningkatkan literasi di berbagai negara. Begitu juga di Indonesia, pemerintah telah menyadari bahwa untuk menghadapi dunia yang semakin kompleks diperlukan generasi muda yang tanggap dan kritis. Dunia pendidikan matematika pun tidak ingin ketinggalan dalam meningkatkan dan mengembangkan kemampuan literasi matematika siswa. PISA (Program for International Student Assessment) adalah penilaian tiga tahunan bagi siswa yang berusia 15 tahun yang mendekati akhir belajarnya di seluruh dunia dengan tujuan untuk menilai pengetahuan dan keterampilan siswa yang meliputi literasi matematika, literasi sains dan literasi membaca sebagai seorang generasi yang dapat bersaing penuh dan ikut berpartisipasi dalam dunia globalisasi dan masyarakat modern, dengan fokus penilaiannya bukan tentang apa yang siswa ketahui, melainkan apa yang bisa mereka lakukan dengan yang mereka ketahui.Literasi matematika dapat diartikan sebagai kemampuan setiap individu untuk merumuskan, menafsirkan, menalar, menginterpretasikan, mengkomunikasikan, dan menjelaskan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari secara efektif dan efisien.Referensi
Astuti, R. P. S., Yuanita, P., & Anggraini, R. D. (2018). Pengaruh Penerapan Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 5(1), 1-13.
De Porter, B. & Hernacki, M. (2002). Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa
Faizah, D.U., dkk. (2016). Panduan gerakan literasi sekolah di SD. Jakarta: Kemendikbud.
Kohar A.W. kompasiana.com(21 April 2014). Pengembangan Soal Matematika Model PISA: Sebuah Alternatif Langkah Awal Memperbaiki Prestasi Literasi Matematika Siswa Indonesia. Diakses pada 23 Juni 2015.Dari http://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=&url=http://www.kompasiana.com/amp/bangwachid/pengembangan-soal-matematika-model-pisa-sebuah-alternatif-langkah-awal-memperbaiki-prestasi-literasi-matematika-siswa-indonesia_
OECD. 2013. PISA (2012) Assessment and Analytical Framework: Mathematics, Reading, Science, Problem Solving and Financial Literacy. Paris: OECD Publishing.
OECD. (2014). PISA 2012 Results: What Students Know and Can Do-Student Performance in Mathematics, Reading and Science (Volume I, Resived edition, February 2014). Paris: OECD Publishing, 2014.
Ramadhani, R. (2017). Peningkatan Kemampuan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA melalui Guided Discovery Learning Berbantuan Autograph. 10(2), 72-81.
Sari, R H N. (2017). Literasi Matematika: Apa, Mengapa dan Bagaimana?Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta, ISBN 978-602- 73403-0-5. Diunduh 4 Oktober 2017.
Setiawan, H, dkk (2014). Soal Matematika Dalam PISA Kaitannya Dengan Literasi Matematika dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Prosiding Seminar Nasional Matematika, Universitas jember.
Stacey, K. (2011). The PISA View Of Mathematical Literacy In Indonesia. IndoMS. J.M.E, Vol.2, No.2, Hal 95-126.
Sulfiah, S. K, Zayyadi, M dan Lanya, H. (2018). Analisis Literasi Matematika Siswa Berkemampuan Matematika Tinggi pada Soal PISA. Jurnal Pendidikan Matematika dan Integrasinya, 2(1), 48-55.
Zayyadi, M., & Subaidi, A. (2018). Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Memecahkan Masalah Aljabar. Paedagoria: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan, 8(2), 10-15.
Zayyadi, M., Nusantara, T., Subanji, S., Hidayanto, E., & Sulandra, I. M. (2019). A commognitive framework: The process of solving mathematical problems of middle school students. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 18(2), 89-102.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika agree to the following terms:

Creative Commons License
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Delta-pi offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in Delta-pi in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of AKSIOMA are required to cite the original source, including the author's names, Delta-pi as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).






