Profil Berpikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal HOTS Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau dari Kemampuan Awal Pada Kelas VIII
DOI:
https://doi.org/10.33387/dpi.v10i2.3587Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan kemampuan awal siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pallangga yang berpikir kritis tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dirancang untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis subjek dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan kemampuan awal siswa. Data yang diolah adalah kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan kemampuan awal siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian tes dan wawancara. Soal yang digunakan dalam tes mengukur kemampuan berpikir kritis berupa soal essay berjumlah 3 nomor pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Wawancara bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis subjek dalam menyelesaikan soal HOTS berdasarkan tes kemampuan awal siswa terlebih dahulu. Berdasarkan olahan data tersebut, diperoleh bahwa subjek yang berpikir kritis tinggi adalah subjek yang mampu menguasai indikator FRISCO (focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview). Subjek yang berpikir kritis sedang yaitu subjek yang hanya menguasai sebagian indikator FRISCO yaitu subjek tidak menjawab pertanyaan konteks permasalahan tetapi subjek dapat menjelaskan pada saat wawancara (focus), subjek tidak menuliskan pada saat tes terkait dengan indikator tersebut yaitu dapat memberikan alasan terkait fakta atau bukti yang relevan pada setiap langkah dalam membuat kesimpulan tetapi pada saat wawancara subjek dapat menjelaskannya (reason), subjek dapat membuat kesimpulan dengan tepat berdasarkan proses identifikasi pada langkah penyelesaian (inference), subjek mampu mengumpulkan informasi- informasi yang relevan dan menggunakan konsep-konsep matematika yang relevan untuk menjawab soal (situation), subjek dapat memberikan kejelasan simbol atau hal-hal yang belum jelas keterangannya (clarity) dan subjek tidak konsisten mengecek ulang pekerjaannya dari awal sampai akhir terlihat dari hasil wawancara (overview). Subjek yang berpikir kritis rendah, subjek tidak mampu memahami materi sistem persamaan linear dua variabel. Subjek sama sekali tidak mengerti cara penyelesaian dari awal sampai akhir dan tidak menguasai indikator FRISCOUnduhan
Referensi
Ardiansyah, A. S., & Sunaringtyas, A. D. (2015). Identifikasi Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Tipe Multiple Solution Task. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1997, 462–473. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/prisma/article/view/21483
Ennis, R. H. (2011). The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositions and Abilities. Informal Logic, 6(2), 1–8. https://doi.org/10.22329/il.v6i2.2729
Fisher, A. (2011). Critical Thinking An Introduction Second Edition. Cambridge University Press. https://issuu.com/cupeducation/docs/9781107401983_public
Glazer, E. (2010). Using Internet Primary Sources to Teach Critical Thinking Skills in Mathematics. Greenwood Press.
Kurniati, D., Harimukti, R., & Jamil, N. A. (2016). Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP di Kabupaten Jember dalam menyelesaikan soal berstandar PISA. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 20(2), 142–155. https://doi.org/10.21831/pep.v20i2.8058
Prihartini, E., Lestari, P., & Saputri, S. A. (2016). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Menggunakan Pendekatan Open Ended. Prosiding Seminar Nasional Matematika IX 2015, 58–64.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sulistiani, E., & Masrukan. (2016). Pentingnya Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Matematika untuk Menghadapi Tantangan MEA. Seminar Nasional Matematika X Universitas Semarang 2016, 605–612.
Sumarno, U. (2012). Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA. 17(1), 17–33. c:/Users/USER/Downloads/36048-79868-1-SM.pdf
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika agree to the following terms:

Creative Commons License
Delta-Pi : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. Delta-pi offers all authors of journal articles allows their research openly available, free access and time restrictions.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. Under the CC-BY license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in Delta-pi in whole or in part provided that the original work is properly cited. Users (redistributors) of AKSIOMA are required to cite the original source, including the author's names, Delta-pi as the initial source of publication, year of publication, volume number and DOI (if available).






