IDENTITAS ETNIK DAN DINAMIKA POLITIK LOKAL ORANG MAKEANG DI TERNATE

Junaib Umar

Sari


Penelitian ini bertujuan menganalisis permainan strategi politik, dan reproduksi identitas kekinian orang Makeang dalam hubungan dengan sejarah Maloku Kie Raha. Penelitian ini dilakukan di kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif dengan mendeskripsikan secara mendalam tentang sejarah, dinamika politik lokal dan reproduksi identitas dan kekuasaan orang Makeang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan, wilayah Makeang secara historis merupakan kerajaan pertama dari empat kesultanan Moloku Kie Raha (Ternate, Tidore, Moti dan Makeang) pada abad 13 yang dilatarbelakangi hubungan perkawinan antara Djafar Sadek dan Siti Nursifa Putri Kahyangan. Dari hasil pernikahan itu lahirlah putra pertama bernama Muhammad Bakir, yang kemudian ditetapkan sebagai raja Makeang yang berkuasa di Makeang. Sementara dari konteks kekinian, orang Makeang secara politik cenderung mendominasi pentas politik di Ternate. hal ini terlihat dengan eksistensi orang Makeang yang duduk sebagai anggota legislatif Kota. Bahkan, Walikota pertama Ternate dan Gubernur pertama Maluku Utara adalah orang Makeang, adalah Thaib Armayin. 

Kata Kunci: Makeang, Identitas Etnik, Dinamika Politik Lokal. 


Teks Lengkap:

PDF PDF

Referensi


Bakti. & Faisal A. (2007). “Kekuasaan Keluarga di Wajo, Sulawesi Selatan” dalam Henk Schulte Nordholt, dkk. (Editor). Politik Lokal di Indinesia. KITLV Jakarta dan Yayasan Obor Indinesia: Jakarta.

Bourdieu. (1990). Outline of Theory of Practice. London. Cambridge University Press. bi, dan Jhon Rinaldi. Cetakan Pertama. Yogyakarta. Penerbit Pustaka Pelajar.

Barth. (1998). Kelompok Etnik dan Batasannya, Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Denzin K. dkk. (2009). Handbook of Qualitative Research. Diterjemahkan dari judul asli Handbook of Qualitative Research oleh Dariyanto, Badrus Samsul Fata A

Fahmi M. (2011). Pembentukan Elit Politik Di Dalam Etnis Bugis dan Makassar Menuju Hibriditas Budaya Politik. Disertai Sekolah Bogor Sekolah Pasca Sejana IPB.

Idrus N.I. (2003). “To Take Eac Other”: Bugis Practices of Gender, Sexualty and Marriage. Disertai. Canbera: Departement of Antrhopology Division of Society and Enviroment Research School of Pasific and Asia Studies-The Australian National University.

Koentjaraningrat. (1987). Sejarah Teori Antropologi I. Cetakan Kedua. Jakarta.penerbit Universitas Indonesia (UI-PRESS).

Muhammad S. (2004). Kesultanan Ternate Sejarah Sosial Ekonomi dan Politik. Yogyakarta Ombak.

Rudyansyah T. (2009). Kekuasaan, Sejarah Dan Tindakan Jakarta:Rajawali Pers.

Saifuddin A.F (2005). Antropologi Kontemporer; Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Jakarta. Penerbit Prenada Media.

Yanuarti dkk. (2004). Konflik Maluku Utara (Penyebab, Karakteristik, Dan Penyelesaian Jangka Panjang) Jakarta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.33387/hjp.v10i1.1345

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.




     

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

HUMANO: Jurnal Penelitian

ISSN 1978-6115 (Print)

ISSN 2597-9213 (Elektronik)

Published by: LPPM Universitas Khairun

Jalan Yusuf Abdurrahman Kampus II Unkhair, Kelurahan Gambesi, 97722 Kecamatan Kota Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara

Email: humano@unkhair.ac.id

URL: https://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/humano/index

 

Flag Counter 

 

Statistik Pengunjung

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.