Evaluasi Kualitas Infrastruktur Dan Layanan Pelabuhan Feri Morotai-Tobelo

Evaluasi Kualitas Infrastruktur dan Layanan Pelabuhan Feri Moortai-Tobelo

Authors

  • Sudirman Hi Umar Universitas Khairun
  • Nurmaiya Marsaoly Universitas Khairun
  • Muhammad Taufiq Y.S, Universitas Khairun
  • Febrianti M Nasir Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/josae.v9i2.12766

Keywords:

KEK Morotai, , pelabuhan penyeberangan, , PM 62 Tahun 2019, , CSI,, IPA

Abstract

Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pulau Morotai bergantung pada konektivitas maritim melalui penyeberangan Morotai–Tobelo untuk menjamin aksesibilitas orang dan barang secara optimal. Namun, peningkatan arus orang dan barang pascapandemi mengakibatkan penurunan kinerja infrastruktur pelabuhan. Kesenjangan antara Standar Pelayanan Minimal (SPM) berdasarkan  PM 62 Tahun 2019 dan kondisi eksisting, terutama terkait keterbatasan fasilitas terminal, belum optimalnya digitalisasi layanan, serta perlunya rehabilitasi fasilitas pendukung, menjadi tantangan utama bagi pengembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik pelabuhan, menganalisis tingkat kepuasan pengguna jasa, serta merumuskan prioritas peningkatan pelayanan guna mendukung keberlanjutan KEK Morotai. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode observasi lapangan dan survei terhadap 100 pengguna jasa penyeberangan Morotai–Tobelo yang dipilih secara accidental sampling. Sebanyak 24 atribut pelayanan infrastruktur pelabuhan dianalisis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan kualitas infrastruktur yang di nilai menggunakan CSI sebesar 76,13% (kategori puas). Meski demikian, analisis IPA mengidentifikasi beberapa atribut yang memerlukan perbaikan prioritas, meliputi ketersediaan informasi keselamatan, prosedur pemeriksaan penumpang dan barang, kelayakan fasilitas toilet, efisiensi pembelian tiket, serta keadilan dalam pelayanan petugas. Temuan ini menjadi landasan rekomendasi strategis untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan Pelabuhan Morotai–Tobelo guna memperkuat konektivitas regional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Nasution, M. N. (2015). Manajemen transportasi. Ghalia Indonesia.

[2] Tamin, O. Z. (2018). Perencanaan dan pemodelan transportasi: Teori dan aplikasi. ITB Press.

[3] Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Morotai. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

[4] Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara. (2024). Provinsi Maluku Utara dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara.

[5] Agerschou, H. (2004). Planning and design of ports and marine terminals. Thomas Telford.

[6] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 62 Tahun 2019 tentang standar pelayanan minimal angkutan penyeberangan. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

[7] Tjiptono, F., & Chandra, G. (2019). Service, quality & satisfaction. Andi Offset.

[8] Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

[9] Aritonang, L. R. (2005). Kepuasan pelanggan: Pengukuran dan analisis dengan SPSS. Gramedia Pustaka Utama.

[10] Martilla, J. A., & James, J. C. (1977). Importance-performance analysis. Journal of Marketing, 41(1), 77–79. https://doi.org/10.1177/002224297704100112

[11] Haerullah, H. M., Alwi, M. R., Klara, S., & Sitepu, A. H. (2024). Analisis kinerja pelayanan kapal penyeberangan KMP Balibo pada rute Bira–Pamatata. Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman, 3(2), 70–75. https://doi.org/10.25042/jrt2k.122024.03

[12] Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat unit penyelenggara pelayanan publik. Kementerian PAN-RB.

[13] Najwan, N., Anggraini, R., & Bulba, A. T. (2024). Penilaian kinerja fasilitas dan pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue Kota Banda Aceh menggunakan metode Importance Performance Analysis. Media Komunikasi Teknik Sipil, 29(2), 300–307. https://doi.org/10.14710/mkts.v29i2.58377

[14] Akbar, S. (2013). Instrumen perangkat pembelajaran. Remaja Rosdakarya.

[15] Shang, K.-C., Huang, S.-T., Buchari, E., Lirn, T.-C., & Della, R. H. (2023). Integration of safety quality function deployment in ferry services: Empirical study of Indonesia. Research in Transportation Business & Management, 47, Article 100938. https://doi.org/10.1016/j.rtbm.2022.100938

[16] Kim, H., Choi, J., Nam, Y., & Youn, J.-H. (2022). Characteristic analysis of the built environment of ferry terminals: A case study of Mokpo, South Korea. Sustainability, 14(4), Article 2115. https://doi.org/10.3390/su14042115

[17] Choi, J., & Kim, H. (2023). Wearable sensor-based walkability assessment at ferry terminal using machine learning: A case study of Mokpo, Korea. Journal of Marine Science and Technology (Taiwan), 31(3), Article 6. https://doi.org/10.51400/2709-6998.2700

Downloads

Published

2026-10-28

How to Cite

Umar, S. H., Marsaoly, N., Taufiq Y.S, , M., & Nasir, F. M. (2026). Evaluasi Kualitas Infrastruktur Dan Layanan Pelabuhan Feri Morotai-Tobelo: Evaluasi Kualitas Infrastruktur dan Layanan Pelabuhan Feri Moortai-Tobelo. Journal Of Science and Engineering, 9(2), 94–108. https://doi.org/10.33387/josae.v9i2.12766