Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-05-26. Baca versi terbaru.

Dinamika Perubahan Garis Pantai di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat Pada Tahun 1995-2020

Penulis

  • Ayi Tarya Kelompok Keahlian Oseanografi Lingkungan dan Terapan Institut Teknologi Bandung https://orcid.org/0000-0001-7994-4407
  • Billy Jonathan Aneky Program Studi Oseanografi Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.33387/jikk.v9i1.11451

Abstrak

Pantai merupakan sistem yang kompleks dan dinamis yang mengalami perubahan dalam berbagai skala ruang dan waktu, salah satunya berupa perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, selama periode 1995–2020 dengan memanfaatkan citra satelit Landsat serta mengkaji peran iklim gelombang dan transpor sedimen sejajar pantai dalam perubahan garis pantai. Hasil analisis citra satelit menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di wilayah kajian didominasi oleh proses akresi, terutama di bagian barat pantai. Selama periode penelitian, pesisir Kecamatan Blanakan mengalami penambahan luas daratan sebesar 7,269 km², dengan pergeseran garis pantai di Kecamatan Blanakan bagian barat adalah +1.005,13 m dengan rata-rata laju pergeseran garis pantai sebesar +40,21 m/tahun. Sementara itu, pergeseran garis pantai di Kecamatan Blanakan bagian timur adalah +63,15 m dengan rata-rata laju pergeseran garis pantai sebesar +2,53 m/tahun. Analisis klimatologi gelombang menunjukkan tinggi gelombang signifikan rata-rata sebesar 0,399 m dan periode gelombang rata-rata sebesar 3,361 s, dengan arah dominan gelombang berasal dari barat–barat laut dan timur–timur laut yang dipengaruhi oleh sistem monsun di Laut Jawa. Pola penjalaran gelombang laut tersebut membangkitkan transpor sedimen sejajar pantai dalam dua arah, yang berperan penting dalam pendistribusian sedimen fluvial dari Sungai Cilamaya dan Sungai Ciasem. Suplai dan redistribusi sedimen dari kedua sungai tersebut merupakan faktor utama yang mengontrol terjadinya akresi yang signifikan di kawasan pantai Kecamatan Blanakan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abdurrahman, U., Ningsih, N. S., Suprijo, T., dan Tarya, A. (2021). Analisis perubahan garis pantai akibat pembangunan jetty di Wilayah Pantai Karangsong, Indramayu, Indonesia. Bulletin of Geology, 5(2), 628-637.

Alesheikh, A. A., Ghorbanali, A., dan Nouri, N., 2007, Coastline change detection using remote sensing 1, International Journal Environment Science Technology, 4(1): 61– 66.

Anthony, E. J. (2015). Wave influence in the construction, shaping, and destruction of river deltas: A review. Marine Geology, 361, 53-78.

BPS Kabupaten Subang. (2021). Subang dalam Angka 2021. Subang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang.

Boak, E. H., dan Turner, I. L. (2005). Shoreline definition and detection: a review. Journal of Coastal Research, 21, 688-703.

Chen, W. W., dan Chang, H. K., 2009. Estimation of shoreline position and change from

satellite images considering tidal variation. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 84(1):54–60.

Fauzunora, E. A., Saepuloh, A., dan Tarya, A. (2023). Coastline Change using Time Series Satellite Images in the North Coast of Java: Study Case Indramayu Regency, West Java, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1245, No. 1, p. 012038).

Ferreira, T. A. B., da Silva, A. G. A., Perez, Y. A. R., Stattegger, K., dan Vital, H. (2021). Evaluation of decadal shoreline changes along the Parnaiba Delta (NE Brazil) using satellite images and statistical methods. Ocean and Coastal Management, 202

Ghonim, M. E. (2019). Recent Developments in Numerical Modelling of Coastline Evolution. Tesis Program Pasca Sarjana, UN-IHE Institute for Water Education

Himmelstoss, E. A., Henderson, R. E., Kratzmann, M. G., dan Farris, A. S. (2018). Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Version 5.0 User Guide. Reston: U.S. Geological Survei.

Mangor, K., Drønen, N. K., Kærgaard, K. H., dan Kristensen, S. E. (2017). Shoreline Management Guidelines. Hørsholm: DHI.

Meizwar, D. A., dan Tarya, A. (2024). Dinamika Perubahan Garis Pantai Di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat Pada Tahun 2011-2021. Journal of Tropical Marine Science, 7(2), 113-127.

Miller, J. K., dan Dean, R. G. (2004). A simple new shoreline change model. Coastal Engineering, 51, 531-556.

Mujabar, P. S., dan Chandrasekar, N. (2011). Shoreline change analysis along the coast between Kanyakumari and Tuticorin of India using remote sensing and GIS. Arab J Geosci, 6, 647-664.

Nandi, Meriana, G., dan Somantri, L. (2016). Monitoring The Land Accretion Development at Coastal Area of Blanakan, Subang Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 47, 1-10.

Nienhuis, J. H., Ashton, A. D., dan Giosan, L. (2015). What makes a delta wave-dominated?. Geology, 43(6), 511-514.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air. (2007). Data Debit Sungai. Balai Hidrologi dan Tata Air. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Rachmayani, R., Ningsih, N. S., Ramadhan, H., dan Nurfitri, S. (2018).

Analysis of ocean wave characteristic in Western Indonesian Seas using wave spectrum model. MATEC Web of Conferences, 147, 1-12.

Stanica, A., dan Ungureanu, V., 2010, Understanding Coastal Morphology and Sedimentology, Terre Et Environnement, 88(1992):105–111.

Sorensen, R. M. (2006). Basic Coastal Engineering. New York: Springer Science+Business Media, Inc.

Syvitski, J. P., dan Milliman, J. D. (2007). Geology, geography, and humans battle for dominance over the delivery of fluvial sediment to the coastal ocean. The Journal of Geology, 115(1), 1-19.

Taofiqurohman, A., dan Ismail, M. F. A. (2012). Analisis Spasial Perubahan Garis Pantai di Pesisir Kabupaten Subang Jawa Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 4(2), 280-289.

Zhang, Y., dan Hou, X.,2020, Characteristics of Coastline Changes on Southeast Asia Islands from 2000 to 2015. Remote Sensing, 12(519): 1–22.

Diterbitkan

2026-05-26

Versi