Pengaruh Ukuran Mata Jaring Dan Waktu Penangkapan Terhadap Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar Di Perairan Batang Dua, Kota Ternate

Penulis

  • Erik Cristofel Okin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun
  • Imran Taeran Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun
  • Andi Agus Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun
  • Irwan Abdul Kadir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun
  • Darmiyati Muksin Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun
  • Muh. Aksa Azis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun
  • Faizal Rumagia Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/jikk.v9i1.11961

Abstrak

Pulau Batang Dua, Kota Ternate terletak di wilayah perairan Laut Maluku yang kaya akan sumberdaya ikan. Masyarakat yang bermukim di pulau ini sangat mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan. Salah satu alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang dasar yang dioperasikan secara intensif. Dua ukuran mata jaring yang banyak digunakan oleh nelayan Batang Dua adalah ukuran 2,5 inci dan 3,0 inci. Pengoperasian jaring insang dasar dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran mata jaring dan waktu penangkapan yang memiliki hasil tangkapan terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi melalui ujicoba penangkapan ikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dan analisis faktorial 2 x 2. Total operasi penangkapan sebanyak 26 kali masing-masing malam hari dan siang hari sebanyak 13 kali. Total hasil tangkapan diperoleh sebanyak 1.284 ekor, yang terdiri dari 503 ekor pada jaring 2,5 inci dan 781 ekor pada jaring 3,0 inci, sedangkan menurut waktu penangkapan, pada malam hari sebanyak 809 ekor, siang hari sebanyak 475 ekor. Jenis hasil tangkapan sangat beragam yaitu sebanyak 36 jenis, dengan komposisi jenis yang domin relatif berbeda menurut ukuran mata jaring maupun waktu penangkapan. Uji statasitik faktorial 2x2, menujukan bahwa perbandingan rata-rata hasil tangkapan menurut ukuran mata jaring, waktu penangkapan, dan interaksi antara ukuran mata jaring dan waktu penangkapan berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan (p-value < α 0,05), dengan jumlah rata-rata hasil tangkapan tertinggi pada interaksi antara ukuran mata jaring 3,0 inci dan waktu penangkapan pada malam hari.

Kata kunci: jaring insang, mata jaring, waktu penangkapan, hasil tangkapan

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Erik Cristofel Okin, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Imran Taeran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Andi Agus, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Irwan Abdul Kadir, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Darmiyati Muksin, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Muh. Aksa Azis, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Faizal Rumagia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Khairun

Diterbitkan

2026-06-11