Indentifikasi Status Bencana Gunung Berapi Menggunakan Metode Kombinasi Case-Based Reasoning dan Bayesian Network
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v4i2.417Kata Kunci:
CBR, BN, status gunung berapiAbstrak
Abstrak Secara geografis Indonesia berada di pertemuan dua lempeng yaitu Asia dan Australia, hal ini menyebabkan banyak terdapat gunung merapi. Selain itu pegunungan di Indonesia didominasi oleh gunung yang aktif dan berpotensi meletus sewaktu-waktu. Kondisi tersebut mengharuskan warga negara Indonesia, khususnya yang tinggal di sekitaran pegunungan berapi aktif tanggap akan bencana letusan gunung berapi. Pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada mitigasi bencana dalam bentuk aplikasi pendeteksi potensi bencana gunung merapi, dapat menjadi solusi membantu warga masyarakat daerah rawan bencana. Penelitian ini menghasilkan suatu aplikasi indentifikasi status gunung berapi. Data latih yang digunakan diambil dari situs Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunung Berapi yang diklasifikasikan dalam tiga status yaitu normal, siaga, dan waspada. Pengklasifikasi menggunakan Case-Based Reasoning (CBR) dan Bayesian Network (BN) yang merupakan metode kombinasi berbasis probabilitas yang sederhana namun handal untuk meningkatkan akurasi data. Berdasarkan hasil pengujian dengan jumlah data latih terbesar mencapai tingkat akurasi 80%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aplikasi indentifikasi status bencana gunung berapi dengan metode CBR dan BN memiliki performa dan akurasi yang tinggi dalam mengklasifikasi status gunung berapi.Referensi
Lillian, D, Y., 2014, “Sistem Peringatan Dini Status Gunung Berapi Menggunakan Pengklasifikasi Naïve Bayesâ€Â, 27 Februari-1 Maret 2014 [Proceeding KNSI Makassar,. 835-838].
Fatkhurrozi, b., muslim, m, a., dan santoso, d, r.,, “penggunaan artificial neuro fuzzy inference sistem (anfis) dalam penentuan status aktivitas gunung merapi†vol. 6, no. 2, jurnal eeccis.2012. 113-118.
Tomar, S. P. P., Singh, R., Saxena, K. P., dan Sharma, J., Case Based Medical Diagnosis of Occupational Chronic Lung Diseases From Their Symptoms and Signs, Vol 5, International Journal of Biometrics and Bioinformatics (IJBB), 2011, 216-224
Mulyana, S., dan Hartati, S., Tinjauan Singkat Perkembangan Case-Based Reasoning,1979-2328, 23 Mei 2009 [Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF), Yogyakarta, D17-D24]
Aamodt, A., dan Plaza, E,, Case Based Reasoning: Foundation Issues Methodological Variations, and System Approaches, vol 7, AI Communication IOS Press, 1994,pp. 39-59.
Wu, X., and Kumar, V., The Top Ten Algorithms in Data Mining. London: CRC Press Taylor & Francis Group, 2009.
Guessoum, S., Laskri, M. T., dan Lieber, J., A Case-Based Reasoning System for the Diagnosis of Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Vol. 41 Expert Systems With Applications An International Journal. 2014, 267-273.
Pal, S, K., Shiu, S, C, K., Foundations of Soft Case-Based Reasoning. Wiley-Interscience publication,2004
Shi, H., Xin, M., Dong, W., A Kind of Case Similarity Model Based on Case-Based Reasoning, International Conferences on Internet of Things, and Cyber, Physical and Social Computing IEEE,2011, 453-457
Ong, L., S., Shepherd, B., Tong, L. C., Choen, F. S., Ho, H. K., Tang. C. L., Ho. Y. S., dan Tan. K., The Colortecal Cancer Reccurence Support (CARES) System, Vol 11, Artficial intelligence in Medicine Elsevier, 1997, 175-188.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).






