Perancangan Jaringan FTTB di Telkom DDS Bandung Sebagai Sistem Layanan GPON
DOI:
https://doi.org/10.33387/protk.v5i1.470Kata Kunci:
fttb, topologi, ontAbstrak
Teknologi fiber optik telah berkembang dengan pesat, salah satunya adalah teknologi GPON (Gigabit passive optical network) yang dapat memberikan layanan telekomunikasi dengan bandwidth yang besar dan berkecepatan tinggi. Fiber To The Building (FTTB) adalah salah satu penerapan teknologi GPON dimana fiber optik didistribusikan ke gedung-gedung. Untuk memberikan layanan GPON dari sumber layanan ke pelanggan diperlukan informasi mengenai topologi FTTB pada suatu jaringan agar diketahui penjaluran kabelnya pada setiap perangkat yang terpasang. Maka dari itu, topologi FTTB merupakan salah satu hal yang penting untuk memudahkan teknisi ketika harus melakukan sambungan antar perangkat pada jaringan. Pemberian layanan GPON dari sumber akan melewati satu jalur optik yang akan melewati beberapa perangkat pada port yang sesuai hingga mencapai pelanggan. Sambungan yang berhasil dapat dilihat pada indikator lampu yang ada pada ONT. Warna lampu akan berubah menjadi hijau ketika ONT telah terhubung dengan layanan GPON.Referensi
Aulia, W. (2012). Teknologi dan Implementasi FTTx. Semarang: Tidak Diterbitkan.
Bella, A. (2013). Perancangan Arsitektur Jaringan FIber To the Building (FTTB) dengan Teknologi Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GEPON) di National Brain Center Cawang. Bandung: Tidak Diterbitkan.
Dermawan, B. (2016). Analisis Jaringan FTTH (Fiber To The Home) Berteknologi GPON (Gigabit Passive Optical Network). Transmisi.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
ÂÂ
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).






